Jalan Titik Pantau Hilal di Pangandaran Rusak Parah, Warga: Setiap Tahun Dipakai, Kenapa Dibiarkan?
PANGANDARAN, iNewsPangadaran.id - Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali menjadi salah satu titik strategis pemantauan hilal penentu awal Ramadan 1447 Hijriah. Namun di balik agenda sakral tersebut, kondisi jalan menuju lokasi justru memprihatinkan.
Akses menuju titik pemantauan di Pantai Pasir Lasih, Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, dilaporkan rusak parah. Padahal, jalur tersebut setiap tahun digunakan untuk kegiatan resmi pemantauan hilal, sekaligus menjadi akses utama warga sekitar.
Pantauan di lapangan, jalan menuju lokasi dipenuhi lubang, bebatuan tajam, serta sebagian badan jalan yang tergerus. Saat kendaraan melintas, debu beterbangan. Jika hujan turun, jalur itu berubah licin dan rawan membahayakan pengendara.
“Ini bukan baru sekarang rusaknya. Sudah lama. Padahal tiap tahun dipakai buat pemantauan hilal,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kabupaten Pangandaran sendiri ditetapkan sebagai salah satu titik pemantauan hilal di Jawa Barat. Kegiatan pemantauan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/2/2026), mulai pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Lokasi pemantauan berada di kawasan Pantai Pasir Lasih , Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Biasanya, kegiatan tersebut dihadiri unsur Kementerian Agama, aparat pemerintah daerah, hingga tim rukyatul hilal. Namun kondisi infrastruktur menuju lokasi menjadi sorotan.
Warga mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam memperhatikan fasilitas pendukung kegiatan yang bersifat nasional tersebut.
“Kalau ini kan kegiatan penting, menentukan awal Ramadan. Masa jalannya begini terus tiap tahun?” keluh warga lainnya.
Tak hanya untuk kepentingan pemantauan hilal, jalan tersebut juga menjadi akses harian masyarakat. Warga menggunakannya untuk pergi ke kebun, melaut, hingga aktivitas ekonomi lainnya.
Kerusakan jalan disebut sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan signifikan. Beberapa bagian bahkan terlihat seperti tak pernah tersentuh tambal sulam.
Ironisnya, lokasi Pantai Pasir Lasih kerap disebut sebagai salah satu titik unggulan rukyatul hilal di wilayah selatan Jawa Barat karena posisi geografisnya yang langsung menghadap Samudra Hindia.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik, apakah perhatian terhadap infrastruktur hanya muncul saat momentum besar tiba?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan jalan menuju titik pantauan hilal tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Pasalnya, selain demi kelancaran kegiatan pemantauan hilal, perbaikan jalan juga menyangkut keselamatan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar.
“Jangan nunggu viral dulu baru diperbaiki,” ucap seorang warga dengan nada kesal.
Agenda sakral penentuan awal Ramadan tinggal menghitung jam. Namun akses menuju lokasi justru menjadi catatan merah yang tak bisa diabaikan.
Padahal, selain menjadi lokasi pemantauan hilal, kawasan Pantai Pasir Lasih memiliki panorama yang begitu indah. Dari atas perbukitan, hamparan Samudra Hindia terlihat luas membentang. Deburan ombak berpadu dengan angin laut menciptakan suasana yang tenang dan menenangkan.
Dari sisi wisata, lokasi ini sangat potensial. Pemandangan matahari terbenamnya memukau. Garis cakrawala yang bersih membuat tempat ini ideal untuk rukyatul hilal sekaligus destinasi wisata religi dan alam. Namun potensi itu seakan tertutup oleh persoalan klasik, infrastruktur.
Jalan rusak tak hanya berdampak pada kegiatan pemantauan hilal, tetapi juga aktivitas harian warga. Jalur tersebut menjadi akses masyarakat untuk berkebun, melaut, hingga mobilitas ekonomi lainnya.
“Kalau hujan licin sekali. Kalau kering berdebu dan berbatu. Kami yang tiap hari lewat sudah biasa, tapi tetap berbahaya,” keluh warga lainnya.
Ironisnya, sebagai titik resmi pemantauan hilal di wilayah selatan Jawa Barat, lokasi ini kerap didatangi unsur Kementerian Agama, aparat pemerintah daerah, hingga tim rukyat. Namun persoalan akses belum juga tuntas. Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah.
Terlebih lokasi ini bukan hanya tempat kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menyimpan potensi wisata yang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.
“Kalau jalannya bagus, orang pasti banyak yang datang. View-nya luar biasa,” ucap Amin yang berada dilokasi.
Editor : Irfan Ramdiansyah