Cita-Cita Pangandaran Melesat Mendunia: Melaju, Jalan di Tempat, atau Diam-Diam Mundur
Di tengah arus zaman yang bergerak cepat, daerah yang lengah akan tertinggal. Pangandaran tak boleh puas dengan status quo. Jalan di tempat sama berbahayanya dengan mundur, karena dunia di luar terus berlari. Jika ingin benar-benar mendunia, maka langkahnya harus terukur, napasnya panjang, dan arah kompasnya jelas.
Yang dibutuhkan hari ini adalah kejujuran kolektif. Berani bertanya pada diri sendiri: sudah sejauh mana mimpi itu diwujudkan? Apa yang masih kurang? Apa yang harus dibenahi? Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar Pangandaran tak kehilangan arah di tengah gemerlap janji.
Pada akhirnya, cita-cita besar hanya akan bermakna jika diiringi kerja bersama. Pemerintah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan harus berada di jalur yang sama. Pangandaran masih punya waktu, masih punya harapan. Tapi waktu tak pernah menunggu.
Melesat, jalan di tempat, atau mundur jawabannya bukan di slogan, melainkan di langkah nyata hari ini. Pangandaran sedang diuji, mau bergerak lebih cepat, atau membiarkan mimpi besarnya memudar pelan-pelan.
Editor : Irfan Ramdiansyah