get app
inews
Aa Text
Read Next : Pantai Kumuh Disikat! Kolaborasi Nelayan, Polisi & TNI AL Bikin Pangandaran Makin Kinclong

Workshop KKN STITNU Al Farabi: Sampah Tak Lagi Jadi Masalah, Tapi Ladang Emas!

Kamis, 28 Agustus 2025 | 20:29 WIB
header img
Workshop KKN STITNU Al Farabi: Sampah Tak Lagi Jadi Masalah, Tapi Ladang Emas!. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Warga Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, mendadak heboh! Bukan karena hajatan atau pesta, melainkan karena ulah mahasiswa KKN STITNU Al Farabi yang datang membawa gebrakan tak biasa, sampah rumah tangga kini bisa jadi duit lewat Bank Sampah dan Loseda.

Kegiatan yang dikemas dalam Workshop Inovasi Pengelolaan Sampah itu berlangsung di Posko KKN Bruno Kosan, Rabu (20/8/2025).

Ruang sederhana berubah jadi ajang edukasi yang bikin warga melongo. Kepala desa, perangkat RT/RW, tokoh masyarakat, karang taruna, pelajar, hingga ibu rumah tangga ikut nimbrung.

Yang bikin acara makin panas, hadir Direktur Bank Sampah Induk (BSI) Sahate, Rian Hidayat, yang membongkar rahasia soal Loseda alias Lodong Sisa Dapur.

“Dengan wadah sederhana, sisa dapur bisa berubah jadi kompos alami. Nggak bau, ramah lingkungan, dan bisa dipakai pupuk,” beber Kang Rian lantang di hadapan peserta.

Tak cuma teori, warga langsung diajak praktek. Mulai dari cara memilah, mengolah, hingga simulasi mengubah sampah jadi sesuatu yang bernilai.

Yang bikin peserta tercengang, ternyata bank sampah bukan sekadar buang barang bekas. Ada nilai ekonomis yang bisa bikin kantong warga terisi.

“Kenapa harus bayar retribusi kalau buang sampah? Lewat bank sampah, justru kita yang dibayar!” kata Rian menohok.

Pernyataan itu sontak memicu tepuk tangan dan teriakan dukungan. Warga merasa inilah jawaban dari keresahan mereka selama ini.

“Selama ini kami bingung mau diapakan sampah rumah tangga. Sekarang jelas, ada solusi dan kami siap dukung penuh!” ungkap salah seorang warga berapi-api.

Koordinator Desa, Dede Mulyana, menegaskan workshop ini lahir dari masalah nyata di lapangan.

“Harapannya, warga bisa langsung praktik dan punya bekal untuk mengatasi masalah sampah di lingkungannya,” ujarnya.

Tak main-main, acara ini ditutup dengan penandatanganan MoU antara Kepala Dusun Kalapatiga dan BSI Sahate. Bahkan, langsung ada kesepakatan pembentukan tim penggerak serta rencana melahirkan bank sampah baru di dusun tersebut.

Sebagai bukti keseriusan, mahasiswa KKN juga akan meluncurkan buku panduan pengelolaan sampah yang praktis dan mudah dipahami. Buku ini bakal disebar ke berbagai dusun agar gerakan tak berhenti di satu titik saja.

“Kami tidak ingin berhenti di workshop. Buku panduan ini jadi role model pengelolaan sampah yang bisa ditiru desa lain,” ujar Nur Aziz, sekretaris kegiatan.

Kasi Pelayanan Desa Babakan, Wahab, menyambut langkah itu dengan wajah sumringah. “Kami bangga, mahasiswa KKN tidak hanya datang lalu pergi. Mereka meninggalkan warisan pengetahuan yang bisa jadi bekal desa untuk lebih maju,” tegasnya.

Apalagi Desa Babakan sudah punya status Mandiri dengan skor IDM 0,958 pada 2024. Dengan program ini, desa makin punya peluang jadi pionir desa hijau di Pangandaran. Data akademis juga mendukung.

Nilai post-test peserta mencapai 95,52, jauh lebih tinggi dari pre-test 82,76. Artinya, pengetahuan warga naik 15,4 persen hanya dalam satu hari!

Workshop ini akhirnya ditutup dengan semangat warga, mahasiswa, pemerintah desa, dan Bank Sampah Induk Sahate berkomitmen menjadikan Babakan bebas sampah sekaligus mandiri secara ekonomi.

BSI Sahate sendiri bukan lembaga sembarangan. Berdiri sejak 2019 lewat program CSR PT Pegadaian dan diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat kala itu, Ridwan Kamil, lembaga ini konsisten mengedukasi masyarakat untuk menjadikan sampah sebagai tabungan masa depan.

Dan kini, lewat tangan dingin mahasiswa KKN STITNU Al Farabi, sampah di Desa Babakan resmi naik kelas, dari biang masalah jadi sumber cuan!

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut