Liburan Lebaran 2025: Pantai Pangandaran Ramai Dikunjungi, Namun Dibarengi Insiden Laut

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Liburan Lebaran 2025 membawa keseruan bagi ribuan wisatawan yang mengunjungi Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Lebih dari 23 ribu wisatawan tercatat memadati pantai yang terkenal ini. Namun, liburan kali ini juga dibarengi dengan sejumlah insiden.
Pada Selasa, 1 April 2025, sebuah perahu pesiar wisata yang mengangkut sembilan orang wisatawan terbalik di Pantai Barat Pangandaran. Beruntung, seluruh penumpang berhasil diselamatkan oleh petugas. Ini menjadi insiden pertama yang terjadi di pantai tersebut selama libur Lebaran.
Selain itu, beberapa kejadian serupa juga tercatat di lokasi berbeda. Di Pos 4 Pantai Barat, seorang wisatawan terseret ombak. Meskipun sebagian besar berhasil diselamatkan, satu orang wisatawan masih dalam pencarian.
Di Pos 5, petugas berhasil menyelamatkan tiga wisatawan lainnya yang juga terseret ombak. Pada 2 April 2025, insiden serupa kembali terjadi di Pos 5, di mana tiga wisatawan berhasil diselamatkan, namun satu orang lagi masih belum ditemukan.
Hingga saat ini, petugas telah berhasil menyelamatkan total 19 wisatawan, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.
Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung pada hari ini mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan bagi para wisatawan.
"Pada dua hari terakhir, telah terjadi empat insiden. Tiga insiden terjadi kemarin, di mana kami berhasil menyelamatkan 16 korban, dan satu masih dalam pencarian. Hari ini, ada satu kejadian lagi, tiga korban berhasil diselamatkan, namun satu orang masih dalam pencarian," ujar AKBP Mujianto.
Kapolres juga mengimbau agar pengunjung lebih berhati-hati saat menikmati liburan di pantai. Ia menegaskan agar wisatawan tidak berenang terlalu jauh, terutama di zona yang telah ditentukan sebagai zona terlarang, seperti di Pos 4 dan Pos 5.
Petugas terus mengimbau pengunjung untuk mematuhi petunjuk keselamatan dan tidak berenang di area yang berbahaya.
Editor : Irfan Ramdiansyah