Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dan memastikan pembangunan akan dilakukan kembali dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman.
“Kita akan bangun kembali yang permanen, supaya warga bisa aman dan nyaman saat melintasi jembatan,” kata Maruli.
Maruli menjelaskan, Jembatan Gantung Pongpet sebelumnya merupakan jembatan darurat yang dibangun melalui program padat karya bersama masyarakat dengan anggaran terbatas.
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan ribuan jembatan perintis di berbagai wilayah Indonesia.
Dari sekitar 6.000 jembatan yang telah dibangun, sebanyak 3.400 di antaranya merupakan jembatan perintis.
“Namanya juga jembatan darurat, jadi anggarannya juga kecil dan dibangun melalui padat karya bersama masyarakat,” ujarnya.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
