"Kan sayang, itu anggarannya besar. Nanti kalau mati semua, harus keluar biaya lagi buat beli tanaman baru. Padahal kunci keindahan itu cukup dirawat dan disiram saja," katanya.
Jajang berharap pemerintah daerah tidak hanya memperhatikan pembangunan fasilitas baru, tetapi juga memastikan fasilitas yang sudah dibangun tetap terawat. Terlebih, jalur tersebut merupakan akses utama wisatawan menuju kawasan Pantai Pangandaran.
Menurut Jajang, kondisi jalur masuk kawasan wisata seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Pasalnya, koridor jalan tersebut ibarat etalase yang pertama kali dilihat wisatawan ketika memasuki kawasan wisata Pangandaran.
Jika taman terlihat kering, gersang dan tidak terawat, bukan tidak mungkin kesan pertama wisatawan terhadap destinasi wisata unggulan Jawa Barat itu ikut terdampak.
Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Pangandaran di bawah kepemimpinan Bupati Citra Pitriyami untuk kembali mengaktifkan armada tangki penyiram tanaman.
Warga berharap tanaman yang masih bisa diselamatkan segera mendapat perawatan, sementara tanaman yang telah mati dapat ditangani agar jalur utama menuju Pantai Pangandaran kembali hijau, bersih dan enak dipandang.
Kini bola berada di tangan Pemkab Pangandaran. Apakah taman-taman yang mulai mengering tersebut akan kembali dirawat, atau justru dibiarkan mati dan menunggu anggaran baru untuk menggantinya?
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
