Warga Langkaplancar Teriak! 50 Ribu Penduduk Tak Punya SPBU, Beli BBM Harus Tempuh 60 Km

Irfan ramdiansyah
Antrean warga membeli BBM di salah satu kios bensin eceran di Langkaplancar, Pangandaran. (Foto: iNewsPangandaran.id)



Bahkan sempat muncul kebijakan agar masyarakat Langkaplancar tetap dapat membeli BBM menggunakan jeriken dengan syarat memenuhi prosedur dan mengantongi surat rekomendasi dari dinas terkait.

"Syaratnya yang penting sesuai prosedur dengan mengantongi surat rekomendasi dari dinas terkait (Dinas Pertanian)," katanya.

Dede mengungkapkan, salah satu persoalan yang membuat SPBU belum hadir di Langkaplancar adalah kondisi geografis dan akses jalan. Wilayah Langkaplancar berada di kawasan pegunungan dengan jalan yang berkelok-kelok serta terdapat sejumlah tanjakan dan turunan curam.

Kondisi tersebut dinilai menyulitkan kendaraan tangki pengangkut BBM untuk masuk ke wilayah Langkaplancar.

"Kendalanya akses jalan, sehingga kendaraan tanki pengangkut BBM dari Pertamina tidak dapat menempuh perjalanan ke wilayah Kecamatan Langkaplancar," ujarnya.

Padahal kebutuhan BBM di wilayah tersebut cukup tinggi. Bukan hanya untuk kendaraan pribadi, tetapi juga untuk menunjang aktivitas pertanian yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat.

Dede berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mencari solusi.
Menurutnya, pemerintah perlu memikirkan pembangunan SPBU maupun fasilitas penyaluran BBM yang lokasinya lebih dekat dengan masyarakat.

"Ke depan pemerintah harus memikirkan terkait syarat utama untuk membuat SPBU dan meminta kepada semua pihak untuk bisa memberikan kebijakan khusus untuk masyarakat di Kecamatan Langkaplancar terkait pemenuhan kebutuhan BBM," pungkasnya.

Kondisi sulitnya mendapatkan BBM juga terlihat di salah satu kios bensin di Desa Cimanggu, Kecamatan Langkaplancar. Seorang petani bahkan mengaku kecewa karena kembali tidak mendapatkan BBM lantaran stok di kios tersebut habis.

Ia mengaku sudah dua hari kesulitan mendapatkan bahan bakar.

"Kemarin gak kebagian, sekarang juga. Saya kan harus nganter hasil pertanian. Mana harga timun sedang turun," ucap Tesa Rodiansyah dengan nada kesal.

Kelangkaan akses BBM ini pun menjadi dilema bagi warga. Di satu sisi masyarakat membutuhkan BBM untuk menggerakkan roda perekonomian dan aktivitas pertanian.
Namun di sisi lain, akses untuk mendapatkannya masih jauh dan terbatas.

Kini warga Langkaplancar berharap persoalan tersebut tidak terus berlarut.

Sebab bagi mereka, BBM bukan sekadar bahan bakar kendaraan, tetapi juga bahan bakar untuk menghidupkan perekonomian puluhan ribu warga di kawasan pegunungan Pangandaran.



Editor : Irfan Ramdiansyah

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network