Arak-arakan dimulai dari kawasan Bundaran Tugu Ikan Marlin dan bergerak menuju kawasan wisata Pantai Pangandaran. Di sepanjang rute, masyarakat berjejer di pinggir jalan untuk menyaksikan rombongan peserta yang terus berdatangan.
Meski dihadiri ribuan orang, pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib. Petugas gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, dan instansi terkait tampak berjaga di sejumlah titik guna memastikan keamanan peserta serta kelancaran arus lalu lintas.
Ketua Pelaksana Pawai Ta'aruf, Aziz Muslim, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, pawai ta'aruf menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat persatuan sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman yang diwariskan dari generasi ke generasi.
"Melalui pawai ini kami ingin mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman dalam menyambut Tahun Baru Hijriah," ujar Aziz Muslim.
Bagi masyarakat Pangandaran, pawai ta'aruf telah menjadi agenda yang selalu dinanti setiap tahunnya. Selain menjadi media syiar agama, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas positif serta memperkuat tali silaturahmi antarwarga.
Kemegahan kendaraan hias, semangat para santri, hingga antusiasme masyarakat yang memadati jalur pawai menjadi bukti bahwa perayaan Tahun Baru Islam masih memiliki tempat istimewa di tengah kehidupan masyarakat modern.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, tradisi pawai ta'aruf diharapkan tetap lestari dan mampu menjadi simbol harmoni, persatuan, serta kekuatan nilai-nilai religius dan budaya masyarakat Pangandaran dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
