“Ini harus dijual! Mojang Jajaka harus jadi corong promosi. Bukan hanya memperkenalkan, tapi juga menarik wisatawan datang,” tandasnya.
Lebih jauh, para peserta juga digembleng dengan nilai-nilai penting. Dari ngamumule budaya, bangga berbahasa Sunda, sampai memahami kearifan lokal masyarakat Pangandaran.
Tak cukup sampai di situ. Mereka juga dituntut jadi teladan. Artinya, harus siap tampil di depan publik dengan karakter kuat, wawasan luas, dan sikap yang mencerminkan generasi muda berkelas.
Dengan tensi persaingan yang makin panas, satu hal jadi jelas: Mojang Jajaka Pangandaran 2026 bukan sekadar kontes. Ini ajang pembentukan “duta jualan” pariwisata.
Siap-siap, siapa pun yang terpilih nanti, bakal jadi wajah baru Pangandaran di mata dunia!
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
