Dari pantauan udara, rekayasa lalu lintas yang diterapkan dinilai cukup ampuh menahan kemacetan total. Skema “one way sepenggal” jadi jurus utama.
“Begitu ada penumpukan di Nagreg atau Limbangan, langsung kami kuras arusnya. Sampai sekarang kendaraan masih bergerak, meski volumenya melonjak drastis,” tegas Rudi Setiawan.
Ia juga memastikan seluruh personel dalam kondisi siaga penuh. Pengamanan diperketat demi menghindari potensi gangguan, mulai dari kemacetan parah hingga tindak kriminal.
Sementara itu, Citra Pitriyami tak tinggal diam. Ia menyoroti persoalan klasik yang kembali muncul: parkir liar!
“Hari ini masih ditemukan kendaraan parkir di bahu jalan. Ini terjadi karena ada titik yang kosong saat petugas fokus di lokasi lain,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan yang lebih besar, Bupati memastikan personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan ditambah. Langkah ini diambil agar pengawasan lebih merata dan tidak ada celah pelanggaran.
Tak hanya itu, Citra juga memberi peringatan keras soal keselamatan. Penggunaan ATV di area berbahaya dilarang keras, sementara wisatawan yang naik perahu wajib menggunakan pelampung.
“Kami akan evaluasi total malam ini agar besok pelayanan lebih maksimal,” tegasnya.
Di tengah kondisi yang super padat, situasi di Pantai Pangandaran hingga kini masih terpantau kondusif. Aparat terus bersiaga penuh, berjaga di berbagai titik rawan.
Libur Lebaran yang seharusnya jadi momen bahagia bisa berubah jadi petaka jika pengamanan lengah. Karena itu, kehadiran langsung Kapolda Jabar dan Bupati Pangandaran jadi bukti nyata keseriusan menjaga keamanan.
Pesan pun ditegaskan kepada para wisatawan: jangan cuma liburan, tapi juga jaga aturan!
Tetap tertib, jaga kebersihan, dan patuhi imbauan petugas. Karena di tengah lautan manusia seperti ini, sedikit kelalaian bisa berujung kekacauan.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
