Tak sedikit pejabat atau pengusaha yang akhirnya merasa serba salah. Di satu sisi ingin menjaga hubungan baik dengan masyarakat, namun di sisi lain permintaan yang datang kadang jumlahnya tidak sedikit.
Seorang warga bahkan menyebut fenomena ini seperti musim tahunan.
“Kalau sudah dekat Lebaran, banyak yang keliling cari THR. Istilahnya berburu rezeki Lebaran,” katanya sambil tertawa.
Yang menarik, metode berburu THR ini juga beragam. Ada yang datang secara rombongan, ada pula yang mengirim proposal terlebih dahulu sebelum bertemu langsung.
Di media sosial, fenomena ini juga sering menjadi bahan perbincangan. Sebagian netizen menilai berburu THR sebagai bentuk tradisi silaturahmi yang wajar. Namun tidak sedikit juga yang menilai praktik tersebut sudah bergeser menjadi kebiasaan yang kurang sehat.
Pengamat sosial menilai budaya berburu THR sebenarnya muncul dari tradisi saling berbagi saat Lebaran. Namun seiring waktu, praktik itu kadang berubah menjadi tekanan sosial bagi pihak yang dimintai.
“Awalnya niatnya silaturahmi dan berbagi, tapi kalau sudah seperti kewajiban tentu menjadi masalah,” kata seorang pengamat.
Meski begitu, fenomena ini tampaknya sulit dihilangkan. Setiap tahun, menjelang Lebaran, aktivitas berburu THR selalu kembali muncul.
Bagi sebagian orang, ini adalah peluang mendapatkan tambahan rezeki menjelang hari raya. Namun bagi yang menjadi sasaran, musim berburu THR justru bisa membuat dompet ikut berdebar.
Editor : Irfan Ramdiansyah
