Berburu THR: Tradisi Tahunan yang Bikin Dompet Pejabat Deg-Degan

Irfan ramdiansyah
Ilustrasi berburu THR. ( Foto: AI)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana perkantoran dan rumah para pejabat di berbagai daerah mendadak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena rapat penting atau agenda resmi, melainkan karena kedatangan tamu-tamu yang datang dengan satu tujuan: berburu THR.

Fenomena ini sudah seperti tradisi tak tertulis yang muncul setiap tahun menjelang Lebaran. Mulai dari kelompok masyarakat, organisasi, komunitas, hingga oknum tertentu, ramai-ramai mendatangi kantor pemerintahan, perusahaan, bahkan rumah pejabat. Tujuannya satu: berharap mendapat “jatah” Tunjangan Hari Raya.

Di sejumlah daerah, aktivitas berburu THR bahkan dilakukan terang-terangan. Ada yang datang membawa proposal kegiatan, ada pula yang hanya sekadar silaturahmi namun ujung-ujungnya berharap amplop.

“Biasanya sih bawa proposal kegiatan sosial, tapi waktunya pas banget jelang Lebaran,” ujar salah seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya.

Tak sedikit pejabat atau pengusaha yang akhirnya merasa serba salah. Di satu sisi ingin menjaga hubungan baik dengan masyarakat, namun di sisi lain permintaan yang datang kadang jumlahnya tidak sedikit.

Seorang warga bahkan menyebut fenomena ini seperti musim tahunan.

“Kalau sudah dekat Lebaran, banyak yang keliling cari THR. Istilahnya berburu rezeki Lebaran,” katanya sambil tertawa.

Yang menarik, metode berburu THR ini juga beragam. Ada yang datang secara rombongan, ada pula yang mengirim proposal terlebih dahulu sebelum bertemu langsung.

Di media sosial, fenomena ini juga sering menjadi bahan perbincangan. Sebagian netizen menilai berburu THR sebagai bentuk tradisi silaturahmi yang wajar. Namun tidak sedikit juga yang menilai praktik tersebut sudah bergeser menjadi kebiasaan yang kurang sehat.

Pengamat sosial menilai budaya berburu THR sebenarnya muncul dari tradisi saling berbagi saat Lebaran. Namun seiring waktu, praktik itu kadang berubah menjadi tekanan sosial bagi pihak yang dimintai.

“Awalnya niatnya silaturahmi dan berbagi, tapi kalau sudah seperti kewajiban tentu menjadi masalah,” kata seorang pengamat.

Meski begitu, fenomena ini tampaknya sulit dihilangkan. Setiap tahun, menjelang Lebaran, aktivitas berburu THR selalu kembali muncul.

Bagi sebagian orang, ini adalah peluang mendapatkan tambahan rezeki menjelang hari raya. Namun bagi yang menjadi sasaran, musim berburu THR justru bisa membuat dompet ikut berdebar.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network