Tangis di Ujung Senja! Nenek 80 Tahun di Pangandaran Terusir Demi Pembangunan KDMP

Irfan ramdiansyah
Tangannya yang mulai gemetar tetap sigap mengangkat kursi kayu tua, tikar lusuh, hingga peralatan dapur sederhana. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

“Sudah lama, sejak tahun 2011 saya tinggal di sini,” ucap Cani lirih kepada wartawan di dapur sempit yang sebentar lagi akan diratakan.

Sorot matanya tampak kosong. Sesekali ia menghela napas panjang, seakan mencoba menenangkan gejolak di dalam dada.

Cani sebenarnya memiliki sebidang tanah pribadi. Namun lokasinya berada jauh dari jalan utama. Demi akses yang lebih mudah dan rasa aman, ia memilih membangun rumah di tanah desa yang dianggap lebih strategis.

Kini, keputusan itu berbuah getir.

Sebelum rencana pembongkaran, Cani mengaku sudah beberapa kali bertemu dengan pihak pemerintah desa. Namun menurutnya, tidak ada opsi lain yang ditawarkan selain merobohkan bangunan yang telah menjadi saksi hidupnya selama satu setengah dekade.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network