Dengan biaya pendaftaran hanya Rp25 ribu per peserta, setiap pelari sudah mendapatkan fasilitas air minum gratis.
Murah meriah, tapi hadiahnya bikin melongo! Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp2.000.000. Nominal fantastis untuk ukuran lomba sprint 100 meter tingkat lokal yang makin naik kelas.
Panitia memastikan sistem pertandingan dibuat profesional agar persaingan berlangsung fair play. Setiap peserta dituntut benar-benar siap fisik dan mental. Salah start sedikit saja, peluang juara bisa melayang.
“Ini bukan cuma lomba lari. Ini soal gengsi, soal harga diri di lintasan,” ujar Arif, koordinator acara yang bisa dihubungi melalui WhatsApp 082315841001.
Menurutnya, animo peserta tahun ini diprediksi melonjak tajam. Slot pendaftaran pun dibatasi. Siapa cepat daftar, dia yang dapat tempat. Kalau terlambat? Terpaksa jadi penonton.
Run Race Ramadan bukan hanya ajang olahraga, tapi juga hiburan malam Ramadan yang selalu menyedot perhatian warga. Tahun-tahun sebelumnya, ratusan penonton memadati sisi lintasan. Teriakan dukungan, adu strategi antar tim, hingga momen selebrasi kemenangan jadi tontonan seru yang sayang dilewatkan.
Atmosfer khas Ramadan justru membuat event ini terasa berbeda. Setelah menjalani aktivitas ibadah dan puasa seharian, energi malam seolah meledak di lintasan 100 meter. Para peserta datang dengan persiapan matang. Ada yang rutin latihan sprint, ada juga yang percaya diri mengandalkan bakat alami.
Persaingan dipastikan makin ketat karena jangkauan peserta kini diperluas. Tak hanya pelari Pangandaran, peserta dari luar daerah pun dipersilakan meramaikan. Artinya? Duel bukan cuma antar teman tongkrongan, tapi bisa jadi ajang pembuktian antar wilayah.
Bagi warga yang ingin menyaksikan, lokasi di Jalan Bulak Laut Timur dikenal strategis dan mudah dijangkau. Area depan Mirasa Seafood kerap menjadi pusat keramaian saat event berlangsung. Namun panitia mengimbau tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama acara.
Dengan konsep sederhana namun penuh gengsi, Run Race Ramadan 2026 diyakini kembali menjadi magnet olahraga rakyat. Adu cepat 100 meter memang singkat, tapi tensinya bikin napas tercekat. Dalam hitungan detik, nasib peserta ditentukan.
Panitia kembali mengingatkan, slot terbatas! Jangan sampai cuma jadi penonton yang menyesal. Bagi yang merasa punya kecepatan, inilah panggungnya. Bagi yang merasa paling kencang di tongkrongan, saatnya pembuktian.
Ramadan bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru di bulan penuh berkah ini, semangat kompetisi dan kebersamaan dirajut lewat lintasan sprint.
Siapkah kamu jadi yang tercepat di Pangandaran?
Daftarkan diri sekarang. Karena di lintasan 100 meter, tidak ada ruang untuk ragu. Yang lambat, tertinggal. Yang cepat, berjaya!
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
