Bukan Pahala, Bisa Jadi Dosa! Aksi Sahur Brong Disorot Pimpinan Ponpes Riyadussalikin

Irfan ramdiansyah
Ilustrasi bangunkan sahur dengan menggeber motor knalpot brong. ( Foto: Ai)

Ia mengingatkan bahwa penggunaan knalpot brong tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga berpotensi mengganggu orang sakit, lansia, hingga anak-anak yang sedang beristirahat. Niat baik, kata dia, tidak boleh menjadi pembenaran untuk tindakan yang merugikan orang lain.

Menurutnya, semangat anak muda di bulan Ramadan adalah hal yang positif. Energi tersebut seharusnya diarahkan pada kegiatan yang lebih bermanfaat dan terorganisir, bukan sekadar konvoi tanpa aturan.

KH Luthfi menilai, banyak alternatif yang lebih santun untuk membangunkan sahur. Tradisi kentongan, ronda sahur yang tertib, hingga penggunaan pengeras suara masjid dengan volume wajar bisa menjadi pilihan. Selain menjaga tradisi, cara-cara tersebut juga lebih mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Kalau niatnya baik, caranya juga harus baik. Jangan sampai ingin dapat pahala, tapi justru menimbulkan dosa karena mengganggu orang lain,” ujarnya mengingatkan.

Ia juga mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, hingga aparat setempat untuk tidak tinggal diam. Pengawasan dan pembinaan dinilai penting agar euforia Ramadan tidak kebablasan. Menurutnya, pendekatan persuasif lebih efektif ketimbang sekadar menyalahkan.

“Anak muda itu energinya besar. Tugas kita membimbing supaya energi itu menjadi amal kebaikan, bukan sumber masalah,” tambahnya.

Lebih jauh, KH Luthfi berharap Ramadan tahun ini bisa dijalani dengan suasana yang lebih tertib, aman, dan penuh keberkahan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan dengan cara yang santun, demi menjaga kekhusyukan ibadah puasa.

Fenomena sahur bising ini menjadi refleksi bersama bahwa meramaikan Ramadan bukan berarti menciptakan kegaduhan. Semangat boleh menyala, tetapi tetap harus dibingkai dengan adab, empati, dan rasa hormat terhadap sesama.

Sebab pada akhirnya, esensi Ramadan bukan terletak pada seberapa keras suara yang dibunyikan, melainkan seberapa dalam nilai kesabaran dan kepedulian yang dihidupkan dalam keseharian.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network