Dilema Kanker Stadium 4A, Antara Kekhwatiran pada Kemoterapi dan Harapan Sembuh Eti Kuswati

Eris Riswana
Kisah Eti Kuswati menjadi potret getir perjuangan seorang perempuan melawan penyakit mematikan di tengah keterbatasan. ( Foto: pangandaran.inews.id)

PANGANDARAN, Pangandaran.iNews.id - Ujian berat tengah dijalani Eti Kuswati, warga Dusun Desa 01/05, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Perempuan ini didiagnosis menderita kanker stadium 4A dan kini harus berjuang di tengah kondisi fisik yang kian melemah dari hari ke hari.

Dengan suara lirih dan napas yang tak lagi sekuat dulu, Eti mengungkapkan pergulatan yang ia rasakan. “Saya cuma ingin sembuh. Saya ingin bisa beraktivitas lagi seperti dulu dan melihat anak-anak bahagia,” ucapnya pelan.

Beberapa waktu lalu, Eti sempat menjalani pemeriksaan dan pengobatan di salah satu rumah sakit di wilayah Jawa Tengah. Dari hasil pemeriksaan medis, dokter menganjurkan agar ia menjalani kemoterapi sebagai bagian dari prosedur penanganan kanker stadium lanjut yang dideritanya.

Namun keputusan besar harus ia ambil di tengah kondisi tubuh yang terus menurun. Eti mengaku belum siap menjalani kemoterapi. “Badan saya sudah lemah sekali. Saya takut tidak kuat dengan efek sampingnya,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Menurutnya, bukan perkara mudah menolak anjuran medis. Ia mengaku sempat diliputi kebimbangan panjang. Di satu sisi ada harapan dari prosedur medis, di sisi lain ada ketakutan akan dampak yang mungkin muncul. “Saya tidak menolak berobat. Saya hanya belum siap untuk kemo. Saya ingin mencoba cara lain dulu,” ungkapnya.

Akhirnya, Eti memilih menempuh jalur pengobatan alternatif. Keputusan itu diambil bukan tanpa pertimbangan. Selain kondisi fisik yang sudah sangat lemah, ia juga mempertimbangkan kesiapan mentalnya dalam menghadapi proses pengobatan yang berat.

“Yang penting saya tetap berusaha. Saya tidak mau menyerah,” ujarnya.

Di tengah perjuangan melawan kanker, persoalan biaya menjadi beban tersendiri. Perjalanan berobat ke luar daerah, kebutuhan obat-obatan, hingga terapi alternatif yang dijalani membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara kondisi ekonomi keluarga terbatas.

“Kadang saya merasa tidak enak sama anak-anak. Biayanya besar sekali. Tapi saya juga ingin sembuh,” tutur Eti dengan nada haru.

Kanker stadium 4A sendiri merupakan kondisi lanjut, di mana sel ganas telah berkembang secara signifikan dan memerlukan penanganan serius. 

Secara medis, kemoterapi kerap direkomendasikan untuk membantu memperlambat perkembangan sel kanker serta mengurangi gejala. Namun dalam praktiknya, pilihan terapi tetap kembali pada keputusan pasien dan keluarga setelah mempertimbangkan berbagai aspek.

Dalam hari-harinya kini, Eti lebih banyak beristirahat di rumah. Aktivitas yang dulu biasa ia lakukan, kini hanya bisa ia kenang. Rasa nyeri yang datang silih berganti menjadi bagian dari keseharian yang harus ia hadapi dengan tabah.

“Sakitnya kadang tidak tertahankan. Tapi saya berdoa terus. Mudah-mudahan ada jalan,” katanya.

Harapan Eti sederhana. Ia ingin diberi kesempatan untuk pulih, atau setidaknya kondisi tubuhnya tidak semakin memburuk. Ia juga berharap ada perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agar perjuangannya tidak terasa sendirian.

“Saya hanya minta doa. Kalau ada yang mau membantu, saya sangat berterima kasih. Semoga Allah membalas kebaikannya,” ucapnya penuh harap.

Kisah Eti Kuswati menjadi potret getir perjuangan seorang perempuan melawan penyakit mematikan di tengah keterbatasan. Di antara pilihan medis dan keyakinan pada jalur alternatif, ia tetap menggenggam harapan.

Perjuangan itu belum usai. Di sudut rumah sederhananya di Cikembulan, Eti masih bertahan, menata harapan, dan berikhtiar dengan cara yang ia yakini. “Selama saya masih diberi napas, saya akan terus berusaha,” tutupnya.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network