Harga yang dipatok disebut tetap bersahabat meski lokasi berada di rooftop dengan panorama laut terbuka.
General Manager hotel tersebut, Dicki Tejakusumah, mengatakan tema Ramadan Ceria sengaja diangkat untuk membangun nuansa hangat dan penuh kegembiraan.
“Kami ingin tamu bukan hanya datang untuk makan, tapi juga merasakan ketenangan saat melihat matahari terbenam dari rooftop. Ramadan itu momen refleksi dan kebersamaan,” ujarnya saat ditemui, Minggu (22/2/2026) sore.
Menurutnya, konsep terbuka ini juga memberi pengalaman berbeda dibandingkan berbuka di ruangan tertutup. Pemandangan laut yang luas dinilai mampu menghadirkan suasana lebih rileks dan intim, terutama menjelang waktu magrib.
Tak berhenti pada sajian dan panorama, pihak hotel juga menyiapkan program undian berhadiah dengan total nilai Rp10 juta. Hadiah utama berupa uang tunai Rp5 juta akan diundi dan diumumkan pada malam takbiran melalui siaran langsung di akun Instagram resmi hotel.
Selain itu, tersedia pula sejumlah voucher menginap, voucher makan, hingga fasilitas hotel lainnya. Program undian ini disebut sebagai bentuk apresiasi kepada tamu yang memilih berbuka di sana selama Ramadan. Mekanismenya menggunakan sistem lucky draw bagi pengunjung yang telah memenuhi syarat tertentu.
Meski demikian, kapasitas rooftop yang terbatas menjadi tantangan tersendiri. Pihak pengelola mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan lebih awal guna menghindari membludaknya pengunjung, terutama saat akhir pekan dan mendekati Lebaran.
Di tengah maraknya tempat buka bersama di Pangandaran mulai dari kafe pinggir pantai hingga rumah makan keluarga konsep rooftop dengan panorama laut lepas memang menjadi pembeda. Apalagi kawasan Pantai Barat dikenal sebagai salah satu spot sunset terbaik di wilayah tersebut.
Sebagai hotel bintang tiga di Kabupaten Pangandaran, Horison Palma selama ini dikenal dengan konsep modern dan akses yang strategis ke berbagai destinasi wisata. Rooftop-nya yang ikonik kerap dimanfaatkan untuk berbagai acara, mulai dari pertemuan hingga kegiatan komunitas.
Ramadan kali ini seolah menjadi panggung baru untuk memaksimalkan potensi tersebut. Saat cahaya senja memudar dan lampu-lampu mulai menyala di sepanjang garis pantai, suasana berbuka di ketinggian menghadirkan kesan dramatis yang sulit dilupakan.
Bagi sebagian orang, berbuka puasa bukan hanya soal mengisi perut setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, ia menjadi momentum kebersamaan, berbagi cerita, dan mempererat hubungan. Dan di atas rooftop dengan latar laut lepas, momen itu terasa sedikit lebih istimewa.
Ramadan di Pangandaran memang selalu punya cerita. Tahun ini, salah satunya datang dari ketinggian di mana azan magrib bersahutan dengan debur ombak, dan langit jingga menjadi saksi hangatnya kebersamaan.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
