Selain sumber limbah, persoalan lain yang sering disebut adalah kondisi drainase. Saluran yang bercampur antara air hujan, limbah domestik, dan sampah berpotensi menimbulkan bau serta pencemaran ketika langsung bermuara ke laut.
Jika tidak ada sistem pemisahan dan pengolahan yang baik, maka air buangan dari berbagai aktivitas akan terkumpul di satu jalur dan akhirnya mengalir ke kawasan pantai.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan limbah bukan hanya soal siapa yang membuang, tetapi juga bagaimana sistem pengelolaan kawasan dirancang dan diawasi.
Dalam sudut pandang opini, persoalan limbah di Pantai Barat Pangandaran seharusnya dilihat sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam pengawasan, pembangunan infrastruktur, dan penegakan aturan lingkungan.
Pelaku usaha pariwisata juga diharapkan memastikan sistem pengolahan limbah berjalan sesuai standar.
Sementara itu, masyarakat dan wisatawan perlu meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga kebersihan kawasan wisata.
Upaya kolaboratif menjadi kunci agar masalah tidak terus berulang setiap tahun.
Pantai Barat Pangandaran adalah wajah pariwisata daerah yang harus dijaga bersama. Keluhan soal bau limbah seharusnya menjadi alarm keras untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan lingkungan.
Tanpa langkah nyata dan kerja sama semua pihak, masalah limbah akan terus menjadi bayang-bayang yang merusak citra wisata. Sebaliknya, jika ditangani secara serius dan transparan, Pangandaran bisa tetap menjadi destinasi unggulan yang nyaman, bersih, dan membanggakan.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
