Jualan Sate di Sekolah Demi Beli Beras, Kisah Siswi SD di Pangandaran Ini Bikin Hati Teriris

Eris Riswana
Dalam sehari, Khoenunisa bisa menjual sekitar 40 hingga 50 tusuk. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Di saat sebagian besar anak seusianya sibuk bermain dan bercanda saat jam istirahat, Khoenunisa, siswi kelas V SD Negeri 2 Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, justru memikul beban hidup yang tak ringan. Dengan seragam putih merah yang masih melekat di tubuh kecilnya, ia berkeliling sekolah menjajakan sate totok demi satu kebutuhan paling dasar, beras untuk neneknya.

Khoenunisa datang ke sekolah lebih awal dari teman-temannya. Sebelum bel pelajaran berbunyi, ia sudah menyusuri lorong-lorong kelas, masuk ke ruang guru, menawarkan dagangannya dengan senyum polos. Jika belum habis, ia kembali berjualan saat jam istirahat, di tengah riuh tawa dan suara langkah siswa lain.

Setiap tusuk sate dijual seharga seribu rupiah. Dalam sehari, Khoenunisa bisa menjual sekitar 40 hingga 50 tusuk. Jumlah yang mungkin kecil bagi sebagian orang, namun sangat berarti bagi kehidupan sehari-harinya bersama sang nenek di Dusun Girisetra, Desa Kalipucang.

Ayah Khoenunisa telah meninggal dunia. Ibunya bekerja jauh di luar daerah. Kondisi itulah yang membuat Khoenunisa memilih untuk ikut berjuang, meski usianya masih belia. Keputusan berjualan itu bukan paksaan siapa pun. Ia memilihnya dengan kesadaran sendiri.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network