Operasi Patuh Lodaya 2026, Polisi Bagi-Bagi Cokelat dan Tahu Krispi di Pangandaran
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Tak melulu tilang, Satlantas Polres Pangandaran punya cara berbeda menertibkan pengendara. Ratusan cokelat SilverQueen dan tahu krispi dibagikan kepada pengendara yang tertib berlalu lintas, Kamis (29/10/2026).
Aksi bagi-bagi makanan itu berlangsung di Jalan Merdeka, tepatnya di depan Terminal Pangandaran, Jawa Barat. Pengendara yang menggunakan helm, termasuk yang membawa anak-anak, mendapat hadiah dari petugas.
Kasat Lantas Polres Pangandaran, AKP Firman Hidayat Pinim, mengatakan pemberian hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang mematuhi aturan lalu lintas.
"Kita beri cokelat dan tahu krispi kepada pengendara yang taat menggunakan helm, terutama penumpang yang masih anak-anak," kata Firman.
Menurutnya, kesadaran masyarakat Pangandaran dalam berlalu lintas cukup baik. Ia berharap kepatuhan itu terus dipertahankan untuk menekan risiko kecelakaan.
"Karena kita ketahui bersama, tertib berlalu lintas dapat mencegah terjadi kecelakaan," ujarnya.
Namun, di balik bagi-bagi camilan, petugas masih menemukan pengendara yang tidak memakai helm dan kendaraan tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).
Dalam Operasi Patuh Lodaya 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November, polisi menyasar sejumlah pelanggaran. Di antaranya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong, tidak memakai helm, kendaraan tanpa pelat nomor, serta melawan arus.
Petugas pun memberikan edukasi dan imbauan kepada para pelanggar agar lebih disiplin demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Tak hanya urusan lalu lintas, polisi juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengendara dan penumpang.
Anggota Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Pangandaran, Briptu Rifki Fauzi, mengatakan pemeriksaan itu membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya.
"Dari hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritas mengidap hipertensi. Tadi yang dicek kesehatan rata-rata yang usia lanjut," ujar Rifki.
Melalui kegiatan tersebut, polisi berharap pendekatan edukatif dan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, baik dalam berkendara maupun menjaga kesehatan.
Editor: Irfan Ramdiansyah