Kios Bensin Eceran Jadi Penyelamat Warga Langkaplancar, Sekali Stok Habis Langsung Kelimpungan
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Ketersediaan bahan bakar minyak atau BBM di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga kini masih menjadi persoalan.
Di tengah belum adanya SPBU di wilayah tersebut, warga terpaksa mengandalkan kios bensin eceran untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sehari-hari.
Keberadaan kios-kios tersebut ibarat penyelamat bagi masyarakat. Warga tidak perlu menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk mendapatkan BBM.
Bagi para petani, BBM menjadi kebutuhan penting. Selain untuk kendaraan, bahan bakar juga digunakan untuk menunjang aktivitas pertanian dan mengangkut hasil panen.
Namun, ketika stok di kios eceran habis, warga kembali dibuat kelimpungan.
Kondisi itu terlihat di salah satu kios bensin eceran di Desa Cimanggu, Kecamatan Langkaplancar.
Seorang petani, Tesa Rodiansyah, mengaku kecewa karena kembali gagal mendapatkan BBM.
Padahal, bahan bakar tersebut sangat dibutuhkan untuk mengantarkan hasil pertaniannya. Tesa mengaku sudah dua hari kesulitan mendapatkan BBM.
“Kemarin gak kebagian, sekarang juga. Saya kan harus nganter hasil pertanian. Mana harga timun sedang turun,” ucap Tesa dengan nada kesal.
Bagi warga Langkaplancar, persoalan BBM bukan sekadar soal sulit membeli bensin.
Keterbatasan pasokan dapat berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama para petani yang setiap hari membutuhkan bahan bakar untuk bekerja dan mengangkut hasil pertanian.
Kios bensin eceran pun menjadi tumpuan utama masyarakat di tengah belum tersedianya SPBU di wilayah Langkaplancar.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mencari solusi agar pasokan BBM di wilayah tersebut lebih terjamin. Sebab, jika BBM sulit didapat, bukan hanya kendaraan yang berhenti. Aktivitas pertanian dan roda perekonomian warga Langkaplancar juga bisa ikut tersendat.
Editor : Irfan Ramdiansyah