Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jeje: Omongan Saya Terbukti! Benur Mati Massal, DLH Jabar Ungkap Dugaan Pencemaran Laut Pangandaran
Advertisement . Scroll to see content

Demo Minta Evakuasi Dihentikan, Jeje Tegas Menolak: Dampaknya Bisa Lebih Parah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:09 WIB
  • author Irfan ramdiansyah
Demo Minta Evakuasi Dihentikan, Jeje Tegas Menolak: Dampaknya Bisa Lebih Parah
Ketua HNSI Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan evakuasi tumpahan batu bara di pesisir Pangandaran tidak boleh dihentikan karena berisiko memperparah pencemaran laut. (Foto: ist)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Polemik evakuasi tumpahan batu bara di pesisir Pangandaran kembali memanas. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, secara tegas menolak tuntutan penghentian sementara proses evakuasi yang belakangan disuarakan sejumlah warga.

Menurut Jeje, penghentian pekerjaan justru berpotensi memperparah pencemaran laut. Ia menilai alasan perlunya sosialisasi tidak seharusnya menjadi dasar untuk menghentikan proses pengangkatan material batu bara yang masih mengendap di dasar laut.

"Saya tidak setuju kalau evakuasi dihentikan. Semakin lama dihentikan, dampaknya akan semakin besar. Kalau hanya perlu sosialisasi, bisa dilakukan beberapa jam tanpa menghentikan pekerjaan fisik," tegas Jeje usai meninjau lokasi evakuasi, Selasa (4/8/2026).

Jeje mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian teknis Dinas Lingkungan Hidup, material batu bara yang berada di dasar laut mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) serta logam berat yang dapat mengancam ekosistem pesisir.

Ia menjelaskan, semakin lama batu bara terendam, semakin besar risiko racun menyebar akibat arus dan gelombang laut. Kondisi itu dinilai jauh lebih berbahaya dibanding keberadaan tongkang yang hanya mengganggu secara fisik.



"Yang paling berbahaya bukan tongkangnya, tetapi material batu bara di dasar laut. Evakuasi tidak boleh ditunda dan harus diprioritaskan," ujarnya.

Meski demikian, Jeje meminta perusahaan pemilik armada, pihak asuransi, dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran memperbaiki komunikasi dengan masyarakat agar polemik tidak terus berlarut.

HNSI Pangandaran juga telah melayangkan surat resmi kepada Bupati Pangandaran untuk meminta evaluasi serta keterbukaan informasi terkait penanganan pencemaran tersebut.

Jeje mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengedepankan kepentingan tertentu yang justru dapat memperlambat proses pemulihan lingkungan. Menurutnya, keselamatan ekosistem laut dan keberlangsungan mata pencaharian nelayan harus menjadi prioritas utama.

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut