Enam Menteri Luncurkan Ocean Institute of Indonesia Milik KKP
JAKARTA, iNews.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan Ocean Institute of Indonesia (OII) atau Institut Kelautan Indonesia sebagai transformasi dari 11 satuan pendidikan vokasi yang selama ini berada di bawah naungan KKP. Peresmian dilakukan di Ballroom KKP, Jakarta Pusat, Selasa (21/7), dan dihadiri enam menteri Kabinet Merah Putih.
Peresmian dipimpin Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.
Turut hadir Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya TNI Edwin, serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta.
Dalam sambutannya, Menteri Trenggono mengatakan gagasan menyatukan seluruh kampus vokasi KKP telah dipersiapkan sejak lama. Ia ingin seluruh institusi tersebut memiliki arah pengembangan yang sama agar mampu menjawab kebutuhan industri kelautan dan perikanan yang terus berkembang.
"Saya sudah datangi semua. Lalu kemudian saya perhatikan di lingkungan dalamnya dan seterusnya. Saya ingin ini disatukan," ujar Trenggono.
Sebelas kampus yang kini tergabung dalam OII terdiri atas Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai, Karawang, Pangandaran, Sidoarjo, Jembrana, Kupang, Bone, Bitung, Sorong, serta Akademi Komunitas Wakatobi.
Menurut Trenggono, penyatuan tersebut juga dibarengi pembaruan kurikulum, peningkatan fasilitas pendidikan, serta penyesuaian visi dan misi agar selaras dengan kebutuhan industri dan mampu meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
"Saya ingin ini disatukan, diubah secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pendidikannya hingga tujuan akhirnya. Karena saya akan lihat ukuran-ukuran suksesnya," katanya.
Ke depan, setiap kampus akan memiliki spesialisasi yang berbeda. Ada kampus yang fokus pada bidang penangkapan ikan, budidaya perikanan, maupun pengolahan hasil perikanan sehingga tidak seluruh institusi mengajarkan kompetensi yang sama.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pembentukan OII menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, sektor tersebut menjadi salah satu perhatian utama Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dukungan juga datang dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto. Ia menilai OII berpotensi menjadi pusat unggulan (Center of Excellence) yang mampu melahirkan inovasi, riset, serta perusahaan rintisan di bidang kelautan dan perikanan.
"OII dapat menjadi Center of Excellence yang bisa menghasilkan startup-startup baru di sektor kelautan dan perikanan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta menjelaskan bahwa seluruh kampus di bawah OII menerapkan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri. Seluruh peserta didiknya berasal dari keluarga pelaku usaha kelautan dan perikanan.
Sejak berdiri, 11 institusi pendidikan tersebut telah meluluskan sebanyak 27.819 alumni, dengan sebagian besar terserap di dunia usaha maupun industri.
Pada kesempatan yang sama, KKP melalui BPPSDM KP juga menandatangani kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan mitra strategis, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Universitas Pattimura, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Trunojoyo, Universitas Nusa Cendana, Sampoerna University, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, serta sejumlah mitra industri dari Korea Selatan.
Editor: Suriya Mohamad Said