Logam Berat Mengendap! Hasil Uji Lab Ungkap Dampak Tumpahan Batu Bara di Laut Pangandaran
Meski kandungan logam terlarut di air masih berada di bawah ambang batas, hasil pemeriksaan sedimen dasar laut justru mengungkap adanya kandungan logam berat cukup tinggi, seperti arsen, krom, nikel, serta unsur timbal, kadmium, dan merkuri. Temuan tersebut mengindikasikan batu bara dalam jumlah besar telah mengendap di dasar laut.
DLH juga memperingatkan adanya risiko jangka panjang. Batu bara yang terendam lama berpotensi melepaskan logam berat ke perairan melalui proses alami, sehingga kadar arsen, merkuri, timbal, dan kadmium dikhawatirkan terus meningkat apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Sebagai langkah awal pemulihan, pemerintah akan memprioritaskan evakuasi bangkai tongkang. Pembahasan teknis penyingkiran kapal dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026.
Selain itu, tenaga ahli akan menghitung besaran kerusakan lingkungan dan nilai kerugian sosial-ekonomi yang dialami masyarakat. Direktorat Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup KLH/BPLH juga disiapkan untuk menempuh langkah hukum guna menuntut pertanggungjawaban atas dugaan pencemaran tersebut.
Sementara itu, proses analisis laboratorium masih terus dilakukan di sejumlah titik sampling lainnya untuk memetakan sebaran pencemaran secara lebih menyeluruh.
Editor : Irfan Ramdiansyah