get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua DPRD Pangandaran Desak Satgas Darurat Batu Bara Dibentuk, Warga Diingatkan Ancaman Logam Berat

Lumbung Pangan Pangandaran Terancam, Ketua DPRD Beberkan Solusi Atasi Banjir Tahunan

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:35 WIB
header img
Tak Perlu Cetak Sawah Baru, DPRD Pangandaran Minta Fokus Benahi Persoalan Banjir. (Foto: iNewsPangandaran)



Langkah tersebut difokuskan untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini mengganggu produktivitas lahan pertanian di wilayah Mangunjaya dan Padaherang yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Kabupaten Pangandaran.

Asep mengungkapkan, sedikitnya terdapat delapan desa yang berada dalam satu hamparan kawasan terdampak dan membutuhkan penanganan serius.

“Kalau kawasan ini bisa dioptimalkan, produksi pangan khususnya padi akan meningkat. Jadi tidak perlu membuka sawah baru, cukup mengoptimalkan lahan yang sudah ada dengan pengendalian tata air yang baik,” katanya.

Ia menjelaskan, persoalan utama yang dihadapi petani adalah ketidakseimbangan ketersediaan air. Saat musim hujan, lahan pertanian terendam banjir akibat kelebihan air. Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, petani justru mengalami kekurangan pasokan air untuk mengairi sawah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Asep menyebut ada tiga langkah utama yang harus segera dilakukan, yakni normalisasi saluran, pembangunan kawasan resapan air, dan penguatan sistem konservasi air.

Dalam rapat itu, perhatian khusus juga tertuju pada kondisi Sungai Ciseel yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir di kawasan tersebut.

Menurut Asep, hasil pengamatan di lapangan menunjukkan elevasi dasar Sungai Ciseel saat ini sudah lebih tinggi dibandingkan sejumlah saluran anak sungai yang bermuara ke sungai tersebut.

Akibatnya, aliran air dari saluran-saluran kecil tidak dapat mengalir secara optimal sehingga memicu genangan hingga banjir di kawasan pertanian dan permukiman warga.

“Yang paling utama harus dilakukan adalah normalisasi Sungai Ciseel. Kondisinya sekarang elevasi sungainya sudah lebih tinggi dibanding saluran-saluran yang masuk ke sana,” tegasnya.

Ia menyebut normalisasi Sungai Ciseel diperkirakan mencakup bentangan sekitar 7,8 kilometer. Meski cukup panjang, pekerjaan tersebut dinilai menjadi kunci untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

DPRD bersama pemerintah daerah dan BBWS Citanduy juga akan melakukan kajian ulang terhadap kondisi terkini sungai, termasuk menghitung kembali elevasi dan menyusun skema pengendalian air yang paling efektif.

“Kita akan kaji ulang kondisi sekarang seperti apa, kemudian menyusun strategi pengendalian air agar persoalan banjir ini bisa ditangani secara menyeluruh,” pungkasnya.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut