get app
inews
Aa Text
Read Next : Lupus Diam-Diam Bisa Hancurkan Organ Tubuh, Warga Diminta Jangan Abaikan Gejala Ini

Demam Tiba-Tiba? Waspada, Bisa jadi Awal Petaka DBD

Rabu, 20 Mei 2026 | 19:09 WIB
header img
Penyakit mematikan akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti ini disebut bisa menyerang siapa saja secara tiba-tiba. (Foto: ist)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id -  Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menghantui warga di tengah cuaca ekstrem dan musim penghujan yang tak menentu. Penyakit mematikan akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti ini disebut bisa menyerang siapa saja secara tiba-tiba dan berujung fatal bila terlambat ditangani.

Masyarakat diminta jangan lengah saat mengalami demam tinggi mendadak. Pasalnya, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal awal tubuh terinfeksi virus dengue yang berbahaya.

Dokter umum , dr. Clarissa Verina Setiawan, mengungkapkan gejala awal DBD kerap dianggap penyakit biasa, padahal bisa berkembang cepat menuju fase kritis.

“Biasanya diawali demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, badan lemas, bahkan muncul bintik merah di kulit,” ujarnya.

Menurutnya, warga juga harus mengenali tanda bahaya yang menandakan kondisi pasien mulai memburuk. Di antaranya nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, mimisan, gusi berdarah, tubuh sangat lemas, tangan dan kaki terasa dingin hingga penurunan kesadaran.



Yang paling berbahaya, kata dia, banyak pasien justru dianggap mulai sembuh saat demam menurun. Padahal, fase tersebut bisa menjadi awal kondisi kritis yang mengancam nyawa.

“Kadang saat demam turun justru pasien masuk fase kritis. Ini yang sering disalahartikan sudah sembuh,” jelasnya.

Ia menegaskan, keterlambatan penanganan dapat memicu komplikasi serius akibat kebocoran plasma darah hingga menyebabkan syok dengue yang berujung kematian.

Karena itu, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan bila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, terlebih jika sudah muncul tanda bahaya.

Selain pengobatan, pencegahan dinilai menjadi langkah paling ampuh memutus rantai penyebaran nyamuk pembawa virus dengue tersebut.

Warga pun diimbau rutin melakukan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Lingkungan bersih jadi kunci utama mencegah DBD,” pungkasnya.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut