get app
inews
Aa Text
Read Next : Waspada! Penyakit Kencing Tikus Mengintai, Bisa Sebabkan Gagal Ginjal hingga Kematian

Lupus Diam-Diam Bisa Hancurkan Organ Tubuh, Warga Diminta Jangan Abaikan Gejala Ini

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:03 WIB
header img
Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kronis.(Foto: ist)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id -  Penyakit mematikan tak selalu datang dari virus atau bakteri. Di balik tubuh yang terlihat sehat, ada ancaman mengerikan bernama Lupus yang diam-diam dapat menyerang organ tubuh penderitanya sendiri tanpa ampun.

Momentum kembali menjadi sorotan dunia medis. Penyakit autoimun yang dikenal sebagai “Penyakit Seribu Wajah” ini disebut sangat berbahaya lantaran gejalanya kerap menyamar dan sulit dikenali sejak awal.

Secara medis, Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kronis, di mana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi malah berubah menjadi ancaman bagi tubuh sendiri. Antibodi yang normalnya menyerang virus dan bakteri justru berbalik menyerang jaringan sehat dan organ vital.

Tak sedikit penderita yang terlambat mendapatkan penanganan karena gejalanya dianggap sepele. Padahal, Lupus bisa menyerang sendi, kulit, ginjal, paru-paru hingga organ dalam lainnya secara bertahap maupun bersamaan.

Gejala yang paling sering muncul di antaranya tubuh mudah lelah meski sudah beristirahat, nyeri sendi berkepanjangan, pembengkakan pada beberapa bagian tubuh hingga muncul ruam merah berbentuk kupu-kupu di area wajah dan pipi.



Kondisi inilah yang membuat Lupus dijuluki penyakit “bunglon” karena gejalanya berbeda-beda pada setiap orang. Bahkan di fase awal, penyakit ini sering memicu salah diagnosis.

Peringatan keras juga datang dari pihak RSUD Pandega Pangandaran yang mengajak masyarakat lebih peduli terhadap para pejuang Lupus atau Odapus.

Rumah sakit milik pemerintah daerah Kabupaten Pangandaran tersebut menegaskan bahwa dukungan psikologis dan sosial memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hidup penderita autoimun. Selain pengobatan medis, kondisi mental pasien juga harus menjadi perhatian keluarga dan lingkungan sekitar.

Masyarakat diminta segera melakukan pemeriksaan medis apabila mengalami gejala mencurigakan yang berlangsung lama. Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Berdasarkan edukasi publik yang disampaikan melalui media sosial resmi rumah sakit, pemeriksaan Lupus dapat dilakukan melalui layanan dokter spesialis yang tersedia di rumah sakit tersebut.

Untuk pasien dewasa, penanganan dilakukan melalui Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Sementara pada anak-anak, deteksi dini dan penanganan dapat dilakukan oleh Dokter Spesialis Anak.

Melalui momentum Hari Lupus Sedunia, pihak rumah sakit berharap masyarakat tidak lagi menganggap Lupus sebagai penyakit biasa. Kesadaran sejak dini dinilai menjadi kunci penting agar penderita dapat mempertahankan kualitas hidup secara optimal dan terhindar dari komplikasi mematikan.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut