Nekat Berenang di Zona Terlarang! Rambu Dilanggar, Sekdisparbud Turun Tangan Tegur Wisatawan
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Aksi nekat wisatawan yang tetap berenang di zona berbahaya Pantai Pangandaran bikin geleng-geleng kepala, Minggu (19/4/2026). Rambu larangan sudah berdiri jelas, tapi masih saja ada yang cuek seolah nyawa bukan taruhan.
Di tengah derasnya ombak laut selatan yang dikenal ganas dan tak bisa ditebak, sejumlah pengunjung justru nekat bermain air di area terlarang. Padahal, zona tersebut sudah diberi tanda tegas sebagai wilayah berisiko tinggi.
Situasi ini langsung menyita perhatian Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Megi Parlumi. Tanpa banyak basa-basi, ia turun langsung ke bibir pantai untuk memberikan teguran dan imbauan kepada wisatawan yang membandel.
“Ini bukan soal berani atau tidak. Ini soal keselamatan. Jangan sampai liburan yang harusnya menyenangkan justru berubah jadi petaka,” tegas Megi saat melakukan pemantauan.
Fenomena wisatawan yang nekat menerobos zona larangan ini kerap dikaitkan dengan pola pikir yang menganggap laut sebagai “kawan lama”. Ada anggapan turun-temurun bahwa darah pelaut membuat seseorang kebal terhadap bahaya laut.
Namun faktanya, ombak Pangandaran tidak bisa dianggap remeh. Arus bawah laut yang kuat dan tak terlihat bisa menyeret siapa saja dalam hitungan detik tanpa ampun.
Petugas Balawista pun dibuat ekstra kerja keras. Mereka terus bersiaga, berpatroli, hingga harus berteriak-teriak mengingatkan pengunjung. Bahkan tak jarang, mereka harus turun langsung melakukan evakuasi terhadap wisatawan yang terseret arus karena nekat melanggar aturan.
“Rambu sudah jelas. Zona aman dan berbahaya juga sudah ditentukan. Tinggal kesadaran masing-masing saja,” tambah Megi.
Ia menegaskan, upaya mengingatkan wisatawan bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Terlebih, kecelakaan laut sering kali terjadi bukan karena faktor alam semata, melainkan karena kelalaian manusia sendiri.
Sepanjang Pantai Pangandaran, zona aman untuk berenang hanya berada di sekitar Pos 1, Pos 2, dan sebagian Pos 3 yang berada dalam pengawasan ketat petugas. Sementara itu, mulai dari Pos 4 dan seterusnya, merupakan wilayah terlarang untuk aktivitas berenang karena berbahaya.
Meski berada di zona aman, wisatawan tetap diminta tidak lengah. Ombak bisa datang tiba-tiba, dan kondisi laut bisa berubah dalam sekejap.
“Pokona mah yang penting kitu we lah… awak sehat, manah gumbira,” tutupnya dengan nada santai namun penuh makna.
Dengan meningkatnya kunjungan wisata, seluruh pihak berharap kesadaran pengunjung ikut meningkat. Liburan boleh seru, tapi keselamatan tetap nomor satu.
Salam Wisata!
Editor : Irfan Ramdiansyah