Jelang Idulfitri, KH Luthfi Fauzi Ingatkan Makna Kembali ke Fitrah Bukan Sekadar Baju Baru
“Baju baru boleh saja, itu bagian dari kebahagiaan menyambut hari raya. Tapi jangan sampai makna utama Idulfitri justru tertutup oleh hal-hal yang bersifat lahiriah,” jelasnya.
Menurutnya, esensi dari Idulfitri adalah kemenangan bagi umat Islam yang berhasil menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Ia juga mengingatkan bahwa salah satu tanda seseorang meraih kemenangan di hari raya adalah berubah menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Kalau setelah Ramadan kita masih sama seperti sebelumnya, bahkan tidak ada perubahan dalam ibadah dan perilaku, maka perlu kita renungkan kembali makna dari puasa yang sudah dijalani,” ungkapnya.
Selain itu, KH Luthfi Fauzi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai waktu mempererat silaturahmi dan saling memaafkan. Tradisi saling berkunjung dan meminta maaf, menurutnya, merupakan nilai luhur yang sangat sejalan dengan ajaran Islam.
“Lebaran adalah momentum untuk membersihkan hati, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang,” katanya.
Ia berharap masyarakat tidak hanya sibuk mempersiapkan kebutuhan lahiriah menjelang Lebaran, tetapi juga mempersiapkan diri secara batin.
“Yang paling penting adalah hati yang bersih, niat yang tulus, dan keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadan,” pungkasnya.
Editor : Irfan Ramdiansyah