Ngabuburit Sambil Berburu Takjil, Pelabuhan Cikidang Pangandaran Diserbu Warga Jelang Magrib
PANGANDARAN, pangandaran.inews.id - Menjelang beduk magrib, suasana di kawasan Pelabuhan Cikidang mendadak berubah drastis. Jika biasanya dipenuhi aktivitas nelayan dan bongkar muat ikan, kini setiap sore Ramadan lokasi ini menjelma menjadi “arena perburuan” takjil paling diburu warga.
Deretan lapak dadakan berdiri di sepanjang sisi pelabuhan. Aroma gorengan panas bercampur dengan semilir angin laut, menciptakan suasana ngabuburit yang sulit ditolak. Mulai dari kolak pisang, es buah segar, aneka gorengan, hingga makanan berat seperti lontong dan nasi bakar, semuanya tersaji menggoda.
Pantauan di lokasi, ratusan warga tumpah ruah sejak pukul 16.30 WIB. Mereka datang bersama keluarga, teman, bahkan pasangan muda yang asyik memilih menu berbuka. Kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi bahu jalan, membuat arus lalu lintas sempat tersendat.
“Kalau sore ke sini rasanya beda. Selain bisa lihat laut, pilihannya juga banyak. Harganya masih ramah di kantong,” ujar Reisya (19), salah satu pengunjung yang mengaku hampir setiap hari berburu takjil di kawasan tersebut, Sabtu (21/2/2026).
Fenomena ini bukan hal baru. Setiap Ramadan, pelabuhan yang berada di wilayah pesisir Pangandaran ini memang selalu menjadi magnet warga. Lokasinya yang strategis dan memiliki pemandangan laut lepas membuat masyarakat betah menunggu waktu berbuka puasa.
Tak hanya warga lokal, sejumlah pendatang dan wisatawan yang tengah berlibur di Pangandaran juga ikut meramaikan suasana. Mereka sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan spot duduk terbaik sambil menikmati senja.
Salah satu pedagang, Maman (35), mengaku omzetnya meningkat tajam selama bulan suci. Dalam sehari, ia bisa menjual ratusan potong gorengan dan puluhan porsi es campur.
“Alhamdulillah, Ramadan ini berkah. Biasanya jualan cuma sampai sore biasa, sekarang bisa habis sebelum magrib,” katanya sambil melayani pembeli yang terus berdatangan.
Petugas setempat pun terlihat berjaga dan mengatur lalu lintas demi mencegah kemacetan serta menjaga keamanan. Imbauan untuk tetap berhati-hati terhadap barang bawaan terus disampaikan kepada pengunjung.
Menariknya, suasana berburu takjil di pelabuhan ini tidak sekadar soal makanan. Banyak warga memanfaatkannya sebagai ajang silaturahmi. Anak-anak berlarian di tepi area pelabuhan, remaja sibuk berswafoto dengan latar kapal nelayan, sementara para orang tua berbincang santai menunggu azan berkumandang.
Ketika langit mulai memerah dan suara azan magrib terdengar dari masjid sekitar, warga pun serentak membatalkan puasa. Ada yang langsung menyantap takjil di lokasi, ada pula yang membungkusnya untuk dibawa pulang.
Ramadan di Pangandaran memang selalu punya cerita. Dari hiruk pikuk pasar dadakan hingga keindahan senja di tepi laut, semuanya menyatu dalam satu momen menanti waktu berbuka.
Dan di Pelabuhan Cikidang, perburuan takjil bukan sekadar tradisi tahunan. Ia telah menjadi bagian dari denyut Ramadan warga pesisir ramai, hangat.
Editor : Irfan Ramdiansyah