Fantastis! Rumah Sakit di Pangandaran Miliki Alat Crossmatch Otomatis, Cuma Tiga di Jawa Barat
“Crossmatch adalah pemeriksaan penting sebelum transfusi darah untuk memastikan kecocokan antara darah donor dan penerima, sehingga mencegah reaksi transfusi yang berbahaya,” jelas Titi.
Tiga Jenis Crossmatch yang Wajib Diketahui
Dalam praktiknya, crossmatch memiliki beberapa metode:
1. Major Crossmatch
Serum penerima direaksikan dengan sel darah merah donor. Ini yang paling krusial karena langsung menguji potensi reaksi dari tubuh pasien.
2. Minor Crossmatch
Serum donor direaksikan dengan sel darah merah penerima.
3. Computer Crossmatch
Menggunakan sistem elektronik modern untuk menguji kecocokan darah secara digital dan lebih presisi.
Nah, yang dimiliki RSUD Pandega Pangandaran adalah sistem otomatis yang membuat proses lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan manusia.
Begini Proses Crossmatch Otomatis Dilakukan
Prosesnya tidak sembarangan. Semua dilakukan dengan tahapan ketat:
1. Registrasi Pasien
Pendataan lengkap kebutuhan darah pasien dilakukan terlebih dahulu.
2. Pengambilan Labu Darah
Menggunakan metode FIFO (First In, First Out), darah yang pertama kali masuk akan digunakan lebih dulu agar kualitas tetap terjaga.
3. Pemeriksaan Golongan Darah
Menentukan dan memastikan kecocokan golongan darah pasien dan pendonor.
4. Sentrifugasi Darah
Darah diputar dengan alat khusus untuk memisahkan komponen pentingnya.
5. Proses Crossmatch Otomatis
Editor : Irfan Ramdiansyah