get app
inews
Aa Text
Read Next : Darah Menipis, RSUD Pandega - PMI Bergerak! Aksi Donor di Pangandaran Diserbu Relawan

Fantastis! Rumah Sakit di Pangandaran Miliki Alat Crossmatch Otomatis, Cuma Tiga di Jawa Barat

Jum'at, 20 Februari 2026 | 01:36 WIB
header img
RSUD Pandega Pangandaran. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Diam-diam bikin gebrakan! RSUD Pandega Pangandaran ternyata menjadi satu dari hanya tiga rumah sakit di Jawa Barat yang memiliki alat crossmatch otomatis, perangkat canggih yang jadi “penentu hidup-mati” sebelum darah ditransfusikan ke tubuh pasien.

Tak banyak yang tahu, sebelum darah masuk ke tubuh seseorang, ada proses krusial yang tak bisa ditawar. Namanya crossmatch. Ini bukan sekadar tes biasa, melainkan pemeriksaan penting untuk memastikan darah pendonor benar-benar cocok dengan penerima. Kalau sampai tak cocok? Risikonya bukan main.

Crossmatch dilakukan untuk mencegah terjadinya reaksi transfusi hemolitik, kondisi berbahaya di mana sel darah merah donor bisa dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh penerima. Dalam kasus berat, kondisi ini bisa berujung fatal.

Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, mengungkapkan bahwa tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas crossmatch otomatis. Di Jawa Barat, jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

“Ada beberapa jenis crossmatch, tapi yang punya alat otomatis di Jawa Barat hanya ada di tiga rumah sakit dan salah satunya di RSUD Pandega,” ujar Titi.

Pernyataan ini menegaskan bahwa rumah sakit milik daerah tersebut kini sejajar dengan fasilitas kesehatan besar lainnya dalam hal keamanan transfusi darah.

Kenapa Crossmatch Penting Banget?

Dalam dunia medis, transfusi darah bukan sekadar memindahkan darah dari satu tubuh ke tubuh lain. Ada risiko tersembunyi jika tidak dilakukan pemeriksaan mendalam.

Crossmatch bertujuan untuk:

- Memastikan kecocokan darah donor dan penerima

- Mendeteksi antibodi berbahaya dalam serum pasien

- Mencegah reaksi transfusi hemolitik

- Menjamin transfusi berjalan aman dan efektif

Jika darah donor tidak sesuai, sistem imun penerima bisa menganggapnya sebagai “musuh” dan langsung menyerang. Akibatnya, sel darah merah donor hancur, memicu komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa.

“Crossmatch adalah pemeriksaan penting sebelum transfusi darah untuk memastikan kecocokan antara darah donor dan penerima, sehingga mencegah reaksi transfusi yang berbahaya,” jelas Titi.

Tiga Jenis Crossmatch yang Wajib Diketahui

Dalam praktiknya, crossmatch memiliki beberapa metode:

1. Major Crossmatch

Serum penerima direaksikan dengan sel darah merah donor. Ini yang paling krusial karena langsung menguji potensi reaksi dari tubuh pasien.

2. Minor Crossmatch

Serum donor direaksikan dengan sel darah merah penerima.

3. Computer Crossmatch

Menggunakan sistem elektronik modern untuk menguji kecocokan darah secara digital dan lebih presisi.

Nah, yang dimiliki RSUD Pandega Pangandaran adalah sistem otomatis yang membuat proses lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan manusia.

Begini Proses Crossmatch Otomatis Dilakukan

Prosesnya tidak sembarangan. Semua dilakukan dengan tahapan ketat:

1. Registrasi Pasien

Pendataan lengkap kebutuhan darah pasien dilakukan terlebih dahulu.

2. Pengambilan Labu Darah

Menggunakan metode FIFO (First In, First Out), darah yang pertama kali masuk akan digunakan lebih dulu agar kualitas tetap terjaga.

3. Pemeriksaan Golongan Darah

Menentukan dan memastikan kecocokan golongan darah pasien dan pendonor.

4. Sentrifugasi Darah

Darah diputar dengan alat khusus untuk memisahkan komponen pentingnya.

5. Proses Crossmatch Otomatis

Tahap penentuan akhir menggunakan alat canggih untuk memastikan aman atau tidaknya transfusi dilakukan.

“Hasil proses crossmatch itu akan menentukan apakah transfusi darah dapat dilakukan atau tidak. Sehingga reaksi berbahaya dari transfusi darah bisa dihindarkan,” pungkas Titi.

Bukan Sekadar Alat, Tapi Soal Keselamatan

Kehadiran alat crossmatch otomatis ini bukan hanya soal kecanggihan teknologi, melainkan tentang keselamatan pasien. 

Di tengah kebutuhan darah yang terus meningkat, terutama untuk pasien operasi, ibu melahirkan, kecelakaan, hingga penderita penyakit kronis, akurasi pemeriksaan menjadi harga mati.

Dengan fasilitas ini, warga Pangandaran tak perlu lagi khawatir soal keamanan transfusi darah. RSUD Pandega kini memiliki sistem yang lebih modern, lebih cepat, dan lebih presisi. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa rumah sakit daerah pun mampu bersaing dalam hal teknologi kesehatan. 

Bukan sekadar bangunan megah, tapi benar-benar menghadirkan layanan yang berdampak langsung pada keselamatan nyawa manusia. Dan satu hal yang pasti sebelum setetes darah masuk ke tubuh pasien, ada teknologi yang bekerja diam-diam memastikan semuanya aman.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut