get app
inews
Aa Text
Read Next : Geger! Tebing 10 Meter Ambrol di Sukahurip, Rumah Relokasi Eks PW Pangandaran Porak-poranda

Korban Investasi Bodong MBA Tembus 2.250 Orang, Kantor Disegel Polisi, Kader Partai Terseret

Kamis, 12 Februari 2026 | 13:16 WIB
header img
Korban MBA terus bertambah. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

“Kami tidak ingin Partai Golkar tercemar dengan hal-hal itu. Jadi, lebih elegan jika kita menunggu kabar dari pihak kepolisian mengenai status pidana atau perdatanya,” ujar Taufik Martin, Selasa (11/2/2026).

Martin juga menekankan bahwa aktivitas usaha MBA merupakan ranah personal, bukan kebijakan ataupun instruksi partai. Ia mengaku baru mengetahui adanya gejolak besar terkait investasi tersebut menjelang rapat paripurna DPRD pada Kamis (5/2/2026), termasuk soal isu tersendatnya pencairan dana yang mulai dikeluhkan para anggota.

Meski begitu, pihak partai masih memantau perkembangan kasus yang disebut-sebut menyeret beberapa nama kader berinisial D, E, dan Y. Namun hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait langkah internal yang akan diambil, menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Sebelumnya, ratusan warga Pangandaran yang mengaku sebagai korban investasi MBA sempat menggeruduk kantor perusahaan tersebut di wilayah Kecamatan Parigi, Senin (9/2/2026). Mereka menuntut kejelasan nasib dana yang telah disetorkan, setelah penarikan dana disebut-sebut mengalami hambatan bahkan macet total.

Situasi di lokasi sempat memanas. Warga yang kesal mencoba mencari pihak pengelola, namun kantor MBA ditemukan dalam keadaan tertutup rapat tanpa satu pun pegawai di dalamnya. Kondisi itu memicu emosi massa yang merasa dirugikan hingga puluhan juta rupiah, bahkan ada yang mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk mencegah kericuhan meluas, puluhan personel Polres Pangandaran langsung diterjunkan ke lokasi. Aparat berupaya menenangkan warga sekaligus menjaga situasi tetap kondusif. Polisi juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban, baik secara langsung maupun melalui sistem online.

Hingga saat ini, penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap dugaan skema investasi ilegal yang ditengarai merugikan ribuan warga. Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi publik agar lebih waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko jelas.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut