Peta Tempo Dulu Cijulang Jadi Perhatian, Warganet Ramai Berkomentar
Dia juga menjelaskan bahwa wadana merupakan pejabat perpanjangan tangan bupati yang membawahi beberapa kecamatan.
Komentar tersebut langsung memantik respons berantai. Netizen lain mempertanyakan istilah kewadanaan, asal-usul Batukaras, hingga status Cijulang di masa lalu. Bahkan ada yang mengaitkannya dengan wilayah Sukapura, yang menurut sebagian warganet menjadi bagian penting dalam sejarah awal Pangandaran.
Perdebatan makin panas ketika muncul pertanyaan klasik namun krusial. “Penulisan yang benar itu BATUKARAS atau BATU KARAS?”
Pertanyaan sederhana, tapi efeknya luar biasa. Diskusi melebar, opini berseliweran, dan jawaban pun beragam. Menariknya, akun Sukara Batukaras justru menanggapi dengan santai dan penuh humor, seolah membiarkan warganet “bertarung” argumen satu sama lain.
Tak sedikit pula yang bernostalgia. Seorang netizen mengaku peta Ciamis di masa sekolah dasar dulu punya bentuk unik dan sulit dilupakan. Ada juga yang berseloroh, menyebut Cijulang pantas jadi kota, sambil bercanda soal berapa kecamatan yang akan dicakup jika itu terjadi.
Di tengah riuh komentar, muncul fakta sejarah menarik yang ikut mencuri perhatian. Disebutkan bahwa wilayah Pangandaran diserahkan ke Ciamis sekitar 27 Desember 1937 dari Sukapura, sebuah catatan yang kembali membuka diskusi soal garis administratif tempo dulu.
Hingga kini, unggahan tersebut terus menuai respons, like, dan dibagikan ulang. Warganet tampaknya masih haus akan cerita sejarah lokal, apalagi jika dibalut dengan peta lawas yang jarang muncul ke permukaan.
Satu unggahan, satu peta tua, tapi berhasil membangkitkan ingatan kolektif dan memantik diskusi panas soal identitas wilayah. Media sosial pun kembali membuktikan diri, sejarah lokal tak pernah benar-benar usang asal ada yang memantik, api diskusi langsung menyala.
Editor : Irfan Ramdiansyah