get app
inews
Aa Text
Read Next : Anak Muda Bergerak! RYCAM 2025 Jadi Panggung Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim

Peta Tempo Dulu Cijulang Jadi Perhatian, Warganet Ramai Berkomentar

Senin, 02 Februari 2026 | 14:30 WIB
header img
Peta Tempo Doeloe. ( Foto: Tangkapan layar)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Akun Facebook Sukara Batukaras mendadak ramai diserbu netizen usai mengunggah peta tempo dulu wilayah Pangandaran, dengan fokus utama pada kawasan Cijulang yang disebut-sebut sebagai salah satu wilayah tertua.

Unggahan tersebut sontak menyulut diskusi panjang, bahkan memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Warganet dari berbagai latar belakang ikut nimbrung, mulai dari pemerhati sejarah, tokoh lokal, hingga warga biasa yang penasaran dengan jejak administratif wilayahnya di masa lampau.

Dalam unggahan itu, Sukara Batukaras menuliskan, “Lamun kieu kecamatan tertua di Pangandaran,” disertai potongan peta lama yang menampilkan pembagian wilayah seperti Bandjar, Pangandaran, Tjidjoelang (Cijulang), hingga kawasan pesisir selatan.

Tak butuh waktu lama, kolom komentar pun meledak.

Salah satu netizen, Yahya mengulas cukup panjang soal sejarah administratif Ciamis. Dia menyebutkan bahwa sebelum1989, Kabupaten Ciamis terdiri dari lima kewadanaan dan 27 kecamatan, salah satunya Kewadanaan Cijulang.

Dia juga menjelaskan bahwa wadana merupakan pejabat perpanjangan tangan bupati yang membawahi beberapa kecamatan.

Komentar tersebut langsung memantik respons berantai. Netizen lain mempertanyakan istilah kewadanaan, asal-usul Batukaras, hingga status Cijulang di masa lalu. Bahkan ada yang mengaitkannya dengan wilayah Sukapura, yang menurut sebagian warganet menjadi bagian penting dalam sejarah awal Pangandaran.

Perdebatan makin panas ketika muncul pertanyaan klasik namun krusial. “Penulisan yang benar itu BATUKARAS atau BATU KARAS?”

Pertanyaan sederhana, tapi efeknya luar biasa. Diskusi melebar, opini berseliweran, dan jawaban pun beragam. Menariknya, akun Sukara Batukaras justru menanggapi dengan santai dan penuh humor, seolah membiarkan warganet “bertarung” argumen satu sama lain.

Tak sedikit pula yang bernostalgia. Seorang netizen mengaku peta Ciamis di masa sekolah dasar dulu punya bentuk unik dan sulit dilupakan. Ada juga yang berseloroh, menyebut Cijulang pantas jadi kota, sambil bercanda soal berapa kecamatan yang akan dicakup jika itu terjadi.

Di tengah riuh komentar, muncul fakta sejarah menarik yang ikut mencuri perhatian. Disebutkan bahwa wilayah Pangandaran diserahkan ke Ciamis sekitar 27 Desember 1937 dari Sukapura, sebuah catatan yang kembali membuka diskusi soal garis administratif tempo dulu.

Hingga kini, unggahan tersebut terus menuai respons, like, dan dibagikan ulang. Warganet tampaknya masih haus akan cerita sejarah lokal, apalagi jika dibalut dengan peta lawas yang jarang muncul ke permukaan.

Satu unggahan, satu peta tua, tapi berhasil membangkitkan ingatan kolektif dan memantik diskusi panas soal identitas wilayah. Media sosial pun kembali membuktikan diri, sejarah lokal tak pernah benar-benar usang asal ada yang memantik, api diskusi langsung menyala.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut