Bukan Sekadar Titik Timbul, Braille Jadi Senjata Lawan Diskriminasi di Pangandaran
Pesan ini sekaligus menjadi tamparan halus bagi siapa pun yang masih menganggap disabilitas sebagai hambatan mutlak.
Dengan dukungan aksesibilitas yang memadai mulai dari literasi Braille hingga layanan kesehatan yang ramah disabilitas setiap individu diyakini tetap punya peluang yang sama. Pendidikan, pekerjaan, hingga layanan publik seharusnya bisa diakses tanpa diskriminasi.
Peringatan Hari Braille Sedunia 2026 ini pun ditegaskan bukan seremoni kosong. RSUD Pandega mendorong seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Pangandaran untuk ikut turun tangan, membuka mata, dan memperluas kepedulian terhadap literasi Braille.
Komitmen RSUD Pandega disebut akan terus dijaga: menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, adil, dan manusiawi. Targetnya satu tak ada warga yang tertinggal, tak ada hak yang diabaikan.
Dengan semangat kebersamaan, Pangandaran diharapkan melangkah menuju masa depan yang lebih inklusif. Di mana keterbatasan bukan alasan untuk disisihkan, dan setiap titik Braille menjadi saksi bahwa semua orang berhak melihat dunia dengan caranya sendiri.
Editor : Irfan Ramdiansyah