Selama Nataru, RSUD Pandega Pangandaran Catat 76 Wisatawan Butuh Perawatan Medis
Gelombang pasien tak berhenti di situ. Sebanyak 44 wisatawan lainnya datang dengan keluhan penyakit non-kecelakaan, mulai dari gangguan kesehatan umum hingga kondisi yang memburuk akibat kelelahan dan cuaca.
Dalam penanganan medis lanjutan, satu pasien harus menjalani rawat inap, sementara satu pasien lainnya terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain karena membutuhkan tindakan jantung lanjutan atau Primary Percutaneous Coronary Intervention (Pro PCI).
Sementara itu, 60 pasien diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, dan 9 pasien memilih pulang atas permintaan sendiri (APS).
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Pandega Pangandaran, Dr. Liza Octa Ferostina, memastikan pihak rumah sakit telah bersiaga penuh selama libur Nataru.
“Alhamdulillah, kesiapsiagaan tenaga medis dan fasilitas berjalan optimal, dan seluruh pasien bisa tertangani dengan cepat,” ujar Liza, Rabu (7/1/2026).
Meski demikian, Liza mengingatkan agar wisatawan tidak lengah dan tetap mengutamakan keselamatan saat menikmati liburan di Pangandaran.
“Terutama saat melakukan aktivitas wisata berisiko tinggi, seperti berenang di lokasi rawan yang sebenarnya sudah dilarang. Wisatawan harus ekstra hati-hati dan selalu memperhatikan kondisi kesehatan,” tegasnya.
Liburan seharusnya menjadi momen bahagia. Namun tanpa kewaspadaan, Pangandaran bisa berubah menjadi lokasi darurat yang berujung petaka.
Editor : Irfan Ramdiansyah