get app
inews
Aa Text
Read Next : Jangan Anggap Sepele! RSUD Pandega Pangandaran Ungkap Bahaya Kanker Payudara yang Datang Tanpa Tanda

Selama Nataru, RSUD Pandega Pangandaran Catat 76 Wisatawan Butuh Perawatan Medis

Jum'at, 16 Januari 2026 | 22:39 WIB
header img
RSUD Pandega Pangandaran. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pangandaran ternyata tak hanya menyisakan kenangan liburan. Data mengejutkan mencuat dari RSUD Pandega Pangandaran. Sebanyak 76 wisatawan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama masa libur panjang, hingga Selasa (6/1/2026).

Puluhan wisatawan tersebut datang dengan berbagai kondisi darurat. Mayoritas akibat kecelakaan saat berwisata, sementara sisanya mengalami gangguan kesehatan non-kecelakaan yang menyerang di tengah padatnya aktivitas liburan.

Ironisnya, dari puluhan kasus tersebut, lima wisatawan dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, dua korban tewas akibat kecelakaan laut, dua lainnya meninggal karena kecelakaan terjun payung, serta satu korban akibat gangguan kesehatan serius.

Tak hanya itu, RSUD Pandega juga mencatat 10 pasien mengalami luka ringan dan 17 pasien menderita luka sedang akibat berbagai insiden selama liburan di kawasan wisata Pangandaran.

Gelombang pasien tak berhenti di situ. Sebanyak 44 wisatawan lainnya datang dengan keluhan penyakit non-kecelakaan, mulai dari gangguan kesehatan umum hingga kondisi yang memburuk akibat kelelahan dan cuaca.

Dalam penanganan medis lanjutan, satu pasien harus menjalani rawat inap, sementara satu pasien lainnya terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain karena membutuhkan tindakan jantung lanjutan atau Primary Percutaneous Coronary Intervention (Pro PCI).

Sementara itu, 60 pasien diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, dan 9 pasien memilih pulang atas permintaan sendiri (APS).

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Pandega Pangandaran, Dr. Liza Octa Ferostina, memastikan pihak rumah sakit telah bersiaga penuh selama libur Nataru.

“Alhamdulillah, kesiapsiagaan tenaga medis dan fasilitas berjalan optimal, dan seluruh pasien bisa tertangani dengan cepat,” ujar Liza, Rabu (7/1/2026).

Meski demikian, Liza mengingatkan agar wisatawan tidak lengah dan tetap mengutamakan keselamatan saat menikmati liburan di Pangandaran.

“Terutama saat melakukan aktivitas wisata berisiko tinggi, seperti berenang di lokasi rawan yang sebenarnya sudah dilarang. Wisatawan harus ekstra hati-hati dan selalu memperhatikan kondisi kesehatan,” tegasnya.

Liburan seharusnya menjadi momen bahagia. Namun tanpa kewaspadaan, Pangandaran bisa berubah menjadi lokasi darurat yang berujung petaka.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut