get app
inews
Aa Text
Read Next : Sendirian Menembus Jarak, Yosep Relawan PMI Pangandaran Kendarai Truk Tangki ke Aceh

Kepulangan Relawan PMI Pangandaran Sarat Haru

Jum'at, 09 Januari 2026 | 20:05 WIB
header img
Kisah kepulangan Yosep menjadi pengingat bahwa di balik setiap operasi kemanusiaan, ada keluarga yang menunggu. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Misi kemanusiaan yang penuh risiko akhirnya tuntas. Yosep R Firdaus, pegawai PMI Kabupaten Pangandaran, satu-satunya relawan yang diterjunkan langsung ke lokasi bencana Sumatera di Aceh, kini resmi kembali ke tanah Pasundan, Jumat, (9/01/2026).

Kepulangan Yosep bukan sekadar pulang kerja. Ia pulang membawa cerita tentang lumpur, tangis korban, malam tanpa tidur, dan panggilan nurani yang tak semua orang sanggup menjalaninya.

Di tengah keterbatasan personel, Yosep berdiri paling depan. Ia menjadi wajah PMI Pangandaran di tanah bencana. Tanpa banyak sorotan, ia berjibaku membantu korban, menyalurkan bantuan, hingga memberi dukungan moril di saat Aceh dilanda duka.

Setibanya di Pangandaran, suasana haru pun pecah. Pelukan hangat istri dan anak tercinta menyambut langkahnya. Rindu yang tertahan selama masa penugasan akhirnya tumpah, menjadi momen sederhana namun penuh makna.

“Alhamdulillah sudah kembali dengan selamat. Ini semua untuk kemanusiaan,” ujar Yosep singkat, rendah hati, tanpa ingin menonjolkan diri.

Keberangkatan Yosep sebelumnya memang nyaris luput dari sorotan publik. Namun pengabdiannya nyata. Di saat banyak orang memilih aman, ia justru melangkah ke daerah terdampak, membawa nama Pangandaran dalam misi kemanusiaan nasional.

Ketua PMI Kabupaten Pangandaran, Joe Irwan Suwarsa, memastikan kepulangan Yosep akan disambut secara resmi oleh keluarga besar PMI.

“Insyaallah kami berencana menggelar syukuran di markas PMI Pangandaran sebagai bentuk rasa syukur atas kepulangan Yosep yang telah menjalankan tugas kemanusiaan dengan baik,” ujar Joe Irwan Suwarsa, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat sore (9/01/2026).

Menurut Joe, penugasan Yosep bukan perkara ringan. Ia berangkat membawa tanggung jawab besar, mewakili PMI Pangandaran di tengah situasi darurat nasional. Dedikasi dan keselamatannya menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran PMI.

Selama berada di Aceh, Yosep terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari pendampingan korban, penyaluran bantuan, hingga dukungan moril di lokasi bencana. Tanpa banyak sorotan, ia bekerja dalam sunyi, mengedepankan nurani.

“Yang terpenting adalah keselamatan relawan dan manfaat yang dirasakan masyarakat terdampak,” tambah Joe.

Kisah kepulangan Yosep menjadi pengingat bahwa di balik setiap operasi kemanusiaan, ada keluarga yang menunggu, ada doa yang terus dipanjatkan, dan ada pengabdian yang tak selalu tampak di layar.

PMI Pangandaran berharap semangat kemanusiaan ini terus menyala, menjadi contoh bahwa kepedulian tidak mengenal jarak, bahkan lintas pulau.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut