get app
inews
Aa Text
Read Next : Cuaca Buruk Hambat Pencarian Atlet Terjun Payung di Pangandaran, Dirpolairud Turunkan Robot Selam

Jenazah Atlet Terjun Payung Akhirnya Ditemukan Mengapung di Perairan Pangandaran-Cilacap

Jum'at, 02 Januari 2026 | 20:36 WIB
header img
Jenazah dievakuasi menggunakan perahu katir SAR Batukaras dan RIB milik Ditpolairud Polda Jabar dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

“Informasi awal kami terima dari nelayan yang melihat adanya tubuh mengapung. Setelah itu tim langsung bergerak ke titik koordinat untuk memastikan dan melakukan evakuasi,” ujar Kombes Pol Edward.

Berdasarkan data lapangan, jasad korban ditemukan pada koordinat 7°48.614’ LS dan 108°39.488’ BT, sekitar pukul 06.48 WIB. Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap saat latihan terjun payung.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Ditpolairud Polda Jabar, Polres Pangandaran, Basarnas, Brimob, TNI AL, serta relawan SAR, berjibaku di tengah kondisi laut yang cukup menantang. Jenazah dievakuasi menggunakan perahu katir SAR Batukaras dan RIB milik Ditpolairud Polda Jabar dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam.

“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar berkat sinergi seluruh unsur di lapangan,” lanjut Kombes Pol Edward.

Sekitar pukul 09.30 WIB, jenazah berhasil dibawa ke pesisir Pantai Batukaras. Tangis keluarga pun pecah saat ambulans membawa jenazah menuju RSUD Pandega Pangandaran untuk dilakukan penanganan medis dan proses identifikasi lanjutan.

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan membenarkan bahwa jasad tersebut merupakan atlet terjun payung yang sebelumnya dilaporkan hilang saat latihan persiapan Babak Kualifikasi Porprov Jawa Barat di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang.

“Korban sudah berhasil dievakuasi dan proses pencarian resmi kami nyatakan selesai,” tegas Kapolres.

Diketahui sebelumnya, dua atlet terjun payung mengalami kecelakaan saat menjalani latihan. Satu korban lebih dulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya sempat dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan mengapung di perairan Pangandaran.

Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat, khususnya pelaku olahraga ekstrem, agar selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan faktor cuaca serta standar keamanan sebelum melakukan aktivitas di wilayah perairan terbuka.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami tidak ingin kejadian serupa kembali terulang,” pungkas Kombes Pol Edward.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut