Bukan Omon-Omon! SPP Salip KDM, Reboisasi Terbesar Digelar di Pantai Pangandaran
Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan jangka panjang.
Sementara itu, Sekjen SPP Agustiana, yang dikenal vokal memperjuangkan reforma agraria dan advokasi petani di Jawa Barat hingga tingkat nasional, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar simbolis.
“Perlu kami tegaskan, sebelum ke pesisir, SPP sudah lebih dulu menanam ribuan pohon di kawasan hutan Pangandaran. Jadi ini bukan aksi dadakan. Ini gerakan berkelanjutan,” tegas Agustiana.
Menurutnya, pembelajaran dari berbagai bencana di Sumatera menjadi alarm keras bahwa kerusakan alam tidak boleh dibiarkan. Bukan hanya hutan yang wajib diselamatkan, tetapi juga wilayah pesisir yang selama ini menjadi benteng terakhir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.
“Ini bukan omon-omon. Ini kerja nyata. Kalau hanya bicara tanpa bertindak, alam akan mengambil caranya sendiri. Kita bergerak sekarang, bukan nanti,” ujar Agustiana.
Ribuan bibit kelapa ditanam menyusuri garis pantai sebagai penahan abrasi sekaligus sumber ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga dan wisatawan yang turut membantu proses penanaman.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa SPP tidak hanya fokus pada isu pertanian, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan secara menyeluruh, dari hutan hingga pesisir.
“Lebih gercep dari KDM, karena keselamatan lingkungan tidak bisa ditunda,” lanjut Agustiana.
SPP memastikan bahwa program reboisasi tidak berhenti di Pangandaran. Ke depan, gerakan serupa akan diperluas ke berbagai daerah sebagai bagian dari upaya nasional menjaga keseimbangan alam.
Dari pesisir Pangandaran, SPP menyampaikan pesan kuat, reboisasi bukan pilihan, melainkan keharusan. Menjaga alam hari ini berarti menjaga kehidupan esok hari.
Editor : Irfan Ramdiansyah