Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ngakak! Netizen Pangandaran Cerita Dulu Suka Nyolong Coklat dan Diudag Mandor
Advertisement . Scroll to see content

Nostalgia Layar Tancap di Lapangan Desa, Kini Cuma Tersisa di Ingatan Anak Pangandaran 80-an

Jum'at, 31 Oktober 2025 | 16:54 WIB
  • author Irfan ramdiansyah
Nostalgia Layar Tancap di Lapangan Desa, Kini Cuma Tersisa di Ingatan Anak Pangandaran 80-an
Gerimis Bubar, Tapi Bahagianya Tak Pernah Pudar! Nostalgia Layar Tancap di Lapangan Desa yang Dirindukan Anak 80-an. ( Foto: FB)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Malam itu, udara dingin bercampur aroma tanah basah, tapi suasana di lapangan desa justru terasa hangat dan penuh tawa. Dari kejauhan, cahaya petromak berpendar, menandakan layar tancap persembahan perusahaan jamu siap diputar.

Warga dari berbagai penjuru desa datang berbondong-bondong, membawa tikar, termos air panas, serta kopi dan teh hangat untuk menemani malam panjang yang dinanti.

Bagi warga Pangandaran era 80-an, layar tancap bukan hanya tontonan, tapi juga hiburan rakyat. Yang bikin tambah seru, acara ini bukan sembarangan. Biasanya digelar oleh perusahaan jamu, lengkap dengan pembawa acara berpeci dan hadiah sabun atau jamu sachet untuk penonton yang beruntung.

Dan jangan salah, yang datang bukan cuma anak muda, tapi juga cicit, kakek-nenek, bahkan buyut ikut nimbrung di atas tikar di bawah bintang.

“Waktu itu mah ramai pisan, semua warga datang. Salah satunya sering di lapangan Cikangkung, Cikembulan," kenang Eti Kuswati (60), warga Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, sambil tersenyum getir mengingat masa-masa itu.

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut