Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : MBG Pangandaran Diterpa Dugaan Monopoli Supplier, Warga Mengaku Tersingkir Meski Harga Lebih Murah
Advertisement . Scroll to see content

16 SPPG di Pangandaran Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Anak Sekolah Jadi Korban

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 14:28 WIB
  • author Irfan ramdiansyah
16 SPPG di Pangandaran Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Anak Sekolah Jadi Korban
16 SPPG di Pangandaran Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Anak Sekolah Jadi Korban. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Program makanan bergizi gratis (MBG) yang seharusnya jadi penyelamat perut anak sekolah justru berubah jadi mimpi buruk di Pangandaran. Delapan pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Attarbiyah Desa Kertajaya tumbang usai menyantap menu MBG.

Belakangan terungkap, 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan itu nekat beroperasi tanpa mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran, Yadi Sukmayadi, mengaku baru dua SPPG yang berani mengajukan permohonan SLHS. Itupun belum selesai karena persyaratan belum terpenuhi.

“Masalah ini akan dibahas tim pengawasan di rapat evaluasi bersama SPPG. Tapi faktanya, baru dua yang ajukan, dan itu pun belum tuntas,” jelas Yadi, Kamis (2/10/2025).

Padahal, Badan Gizi Nasional (BGN) sudah memberi batas waktu sampai akhir Oktober 2025. Tanpa sertifikat itu, jaminan higienitas makanan masih abu-abu. Dan kini, publik semakin geram setelah ada siswa yang jadi korban keracunan.

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut