Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : IJTI Galuh Raya Pangandaran Gelar Doa Bersama, untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau
Advertisement . Scroll to see content

Intimidasi terhadap Wartawan di Pangandaran, Oknum Danramil Diduga Halangi Kebebasan Pers

Rabu, 16 April 2025 | 15:27 WIB
  • author Irfan ramdiansyah
Intimidasi terhadap Wartawan di Pangandaran, Oknum Danramil Diduga Halangi Kebebasan Pers
Ilustrasi. ( Foto: Okezone)

Yosep menegaskan bahwa pers adalah pilar utama negara hukum dan seharusnya dilindungi, bukan dihambat oleh aparat negara. Ia juga menyebut bahwa TNI mestinya menjadi penjaga konstitusi, bukan pelanggar nilai-nilainya.

Menanggapi kejadian itu, oknum Danramil yang bersangkutan telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa tindakan tersebut terjadi karena dorongan emosi dan tidak semestinya dilakukan terhadap jurnalis.

“Saya menyadari kesalahan saya dan memohon maaf sebesar-besarnya. Semoga ini menjadi pelajaran agar saya bisa bersikap lebih bijak ke depannya,” ucapnya, dalam rekaman video.

Permintaan maaf ini dianggap sebagai bentuk tanggung jawab moral dan diharapkan dapat memperbaiki hubungan antara aparat dan insan pers di lapangan.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0626 Pangandaran, Letkol Inf. Indra Mardianto Subroto, menyatakan telah mengetahui kejadian tersebut dan memastikan akan dilakukan evaluasi internal.

Ia menambahkan, peran jurnalis sangat penting sebagai kontrol sosial, terutama dalam mengawal pengelolaan dana desa.

“Tidak semua pemerintah desa bisa mengelola Dana Desa dengan baik. Di sinilah jurnalis berperan sebagai pengawas eksternal,” kata Indra.

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut