Udang Cenang Melimpah dan Harga Anjlok, KUD Minasari Pangandaran Cari Jalan Keluar

Irfan ramdiansyah
Aktivitas nelayan dan pekerja saat bongkar muat udang Cenang yang melimpah di TPI Pangandaran. (Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Musim kemarau membawa berkah bagi sejumlah nelayan jaring jogol di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Namun, melimpahnya tangkapan udang Cenang justru membuat harga di tingkat nelayan tertekan. Kondisi tersebut terlihat di Pelabuhan PPI Cikidang Pangandaran, Minggu (20/9/2026).

Aktivitas nelayan dan hasil tangkapan udang Cenang tampak meningkat. Di tengah melimpahnya hasil laut tersebut, Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga agar nelayan tidak semakin tertekan.

Ketua KUD Minasari Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, saat ini harga udang Cenang di tingkat pelelangan berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

"Kami cari solusinya adalah udang Cenang karena tangkapannya sedang sangat banyak," ujar Jeje saat ditemui di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pangandaran.

Menurut Jeje, salah satu persoalan yang tengah dihadapi adalah belum optimalnya penyerapan hasil tangkapan ketika produksi udang Cenang sedang melimpah.



Untuk mengatasinya, KUD Minasari tengah menjajaki komunikasi dengan sejumlah pengepul besar dan investor. Salah satu yang didorong adalah pembangunan fasilitas pengolahan atau pabrik di Pangandaran.

"Kami sedang bernegosiasi dengan pengumpul besar agar mereka bisa membangun fasilitas pengolahan atau pabrik di sini. Dengan begitu, hasil tangkapan udang Cenang nelayan dapat diserap secara optimal dengan harga yang wajar," katanya.

Tak hanya membidik investor besar, KUD Minasari juga mencoba memperluas pasar melalui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk pengrajin terasi dan pembuat keripik udang.

Jeje menilai terdapat perbedaan harga yang cukup jauh antara udang di tingkat TPI dengan harga yang dibayarkan oleh pelaku usaha pengolahan.

"Di tingkat TPI, udang Cenang dijual sekitar Rp7 ribu hingga Rp12.000 per kilogram, sementara pengrajin terasi atau keripik membeli hingga Rp35.000 per kilogram. Selisih ini terlalu jauh. Kami berupaya mendekatkan rantai distribusi ini agar nelayan mendapat harga lebih baik dan pengrajin juga tidak terbebani," jelasnya.

Sementara itu, dalam pengelolaannya, TPI Pangandaran membagi area pelelangan menjadi tiga sektor utama berdasarkan jenis tangkapan.
Ketiga sektor tersebut yakni pelelangan ikan, sektor udang jogol atau sirang, serta sektor khusus udang rebon.

KUD Minasari berharap terbukanya akses pasar secara langsung kepada pembeli dari luar daerah maupun pelaku usaha lokal dapat membantu menyerap hasil tangkapan nelayan.
Jeje optimistis upaya tersebut dapat membantu memperbaiki stabilitas harga hasil laut di Pangandaran mulai pekan ini.

Dengan hasil tangkapan yang sedang melimpah, persoalannya kini bukan sekadar bagaimana nelayan mendapatkan banyak udang, tetapi bagaimana hasil laut tersebut bisa terserap dengan harga yang lebih layak di tingkat nelayan.



Editor : Irfan Ramdiansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network