PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Detik-detik mencekam terjadi di SPBU Babakan, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat sore (21/8/2026). Api tiba-tiba menyembur dan membesar sesaat setelah seorang pengendara selesai mengisi bahan bakar minyak (BBM).
Panik bukan main, sejumlah pengendara langsung tancap gas menjauh dari lokasi. Warga yang berada di sekitar SPBU juga ikut dibuat ketar-ketir lantaran kobaran api muncul di dekat mesin pengisian BBM.
Peristiwa tersebut sempat membuat suasana SPBU berubah bak lokasi kebakaran. Kepulan asap tebal membumbung, sementara api terlihat berkobar di salah satu jalur pengisian.
Berdasarkan keterangan pegawai SPBU, api diduga bermula dari sepeda motor milik seorang pengendara yang baru selesai mengisi BBM.
BBM tersebut disebut diisi ke dalam galon air mineral. Saat pengendara hendak meninggalkan SPBU dan menyalakan sepeda motornya, diduga terjadi korsleting listrik.
Percikan api kemudian menyambar BBM yang berada di dalam galon hingga kobaran api langsung membesar. Melihat api mulai membesar, pegawai SPBU langsung bergerak cepat. Alat pemadam api ringan atau APAR dikeluarkan untuk melawan kobaran api.
“Sesudah pengisian, dia mau pergi. Pas distarter motornya konslet dan langsung kena BBM yang diisi di galon air mineral. Kita langsung melakukan pemadaman pakai APAR. Semua APAR dikeluarkan dan akhirnya api bisa padam,” ujar Herdian, pegawai SPBU.
Dalam hitungan detik, api sempat membesar dan membuat pengendara serta warga panik. Pasalnya, kobaran api berada tidak jauh dari mesin pengisian bahan bakar. Beruntung, kesigapan pegawai SPBU membuat api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke mesin pengisian maupun bagian lain SPBU.
Mesin pengisian BBM tidak sampai terbakar, meski sempat terkena imbas kobaran api.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, insiden ini sempat membuat aktivitas di SPBU Babakan terganggu dan menimbulkan kepanikan bagi pengendara maupun warga sekitar.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengisi BBM ke wadah yang tidak sesuai standar, terlebih membawa atau menyalakan sumber api di area pengisian bahan bakar. Beruntung, api cepat dijinakkan. Kalau terlambat sedikit saja, bukan tidak mungkin kobaran api merembet dan membuat situasi jauh lebih gawat.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
