“Mereka langsung masuk, geledah rumah sampai ke kamar-kamar. Saya minta penjelasan, tapi jawabannya ‘gak perlu tahu’. Sebagai orang tua, saya jelas keberatan,” katanya.
Kejanggalan lain, lanjut Antoro muncul saat anaknya akhirnya ditemukan dan dibawa pulang ke rumah. Dia mengaku melihat langsung adanya tindakan kekerasan.
“Saya lihat sendiri anak saya dipukul dua kali. Saya bilang jangan dipukul, kalau salah ya diproses baik-baik,” ucapnya.
Tak hanya itu, Antoro juga mengaku sempat dipaksa untuk mengakui barang tertentu sebagai milik anaknya.
“Mereka suruh anak saya ambil obat. Anak saya bilang gak punya. Tapi polisi yang masuk ke dalam, terus seolah-olah ada barang, disuruh pegang. Saya bilang jangan dipegang kalau itu bukan punya kamu,” tuturnya.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
