PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Aksi brutal kembali mengguncang kawasan wisata. Seorang remaja bernama Nur Aliman (18), warga Desa Cisumur, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal di sekitar area Grand Pangandaran, Minggu (12/4/2026) siang.
Peristiwa mengerikan itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, saat situasi di lokasi terbilang masih ramai aktivitas. Namun siapa sangka, di tengah suasana siang hari, aksi kekerasan justru terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari korban dan saksi, insiden bermula ketika Nur Aliman tengah melintas bersama rekannya menggunakan sepeda motor Yamaha RX King. Keduanya diketahui berboncengan, sebelum akhirnya merasa ada yang tidak beres.
Korban mulai curiga saat menyadari ada pihak yang terus membuntuti dari belakang. Kecurigaan itu berubah menjadi nyata ketika motor yang ditumpangi pelaku tiba-tiba menabrak dari arah belakang.
Merasa terancam, korban langsung mengambil langkah cepat dengan menepi dan mencoba menghindari situasi berbahaya tersebut. Namun upaya itu justru menjadi awal dari aksi brutal berikutnya.
“Dia masih di belakang, terus saya putar balik. Saya sendiri naik motor, kita berdua tapi beda motor,” ungkap Nur Aliman, Minggu (12/4/2026).
Situasi pun berubah mencekam dalam hitungan detik. Salah satu pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan langsung menyerang. Target awal serangan adalah rekan korban.
Beruntung, serangan pertama berhasil ditangkis. Namun akibatnya, tangan korban mengalami luka robek cukup serius. Tidak berhenti di situ, pelaku kembali melayangkan bacokan dan mengenai bagian punggung.
“Yang mau dibacok itu sempat ditangkis teman saya jadi tidak kena saya,” ujar Dafa (12), saksi sekaligus rekan korban, saat dikonfirmasi.
Korban mengaku tidak menyangka pelaku membawa senjata tajam. Awalnya, ia mengira hanya akan terjadi cekcok atau pemukulan biasa. Dugaan itu ternyata meleset jauh.
“Saya kira cuma dipukul, tidak tahu kalau bawa senjata tajam. Senjatanya kecil,” katanya.
Melihat rekannya diserang, korban sempat berniat memberikan pertolongan. Namun situasi yang semakin berbahaya membuatnya harus memilih antara bertahan atau menyelamatkan diri.
“Awalnya dia dulu yang diserang. Saya mau nolong, tapi malah ikut mau dibacok, akhirnya saya lari,” ungkap Dafa.
Aksi sadis tersebut terjadi begitu cepat dan membuat panik warga sekitar. Hingga kini, belum diketahui secara pasti jumlah pelaku maupun motif di balik penyerangan brutal tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi kekerasan jalanan yang meresahkan masyarakat, khususnya di kawasan yang dikenal sebagai destinasi wisata.
Pihak berwenang diharapkan segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus ini, memburu para pelaku, serta memastikan keamanan warga dan wisatawan tetap terjaga.
Sementara itu, kondisi korban dikabarkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan masih dalam penanganan. Warga pun diminta untuk lebih waspada terhadap potensi tindak kriminal yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
