Tak butuh waktu lama, unggahan itu langsung diserbu komentar warganet. Beragam reaksi bermunculan, mulai dari pujian hingga candaan khas netizen.
Akun Berk ah Mandiri menulis, “Nganjuk bu”.
Sementara Yanto Rahma hanya berkomentar singkat, “Nice”.
Komentar lain datang dari Udi Balaga yang menyinggung harga telur, “Awis ayeuna Bu 30 ribu/kilo mah, abdi ngical di Kedungwuluh 28 ribu/kg.”
Tak sedikit pula yang justru memuji penampilan sang bupati. Ugeng W menyebut, “Kalau sudah lepas pakaian kebesaran kerja/Bupati, ibu ini tampak lebih cantik dan lebih muda serta calm.”
Eenk bahkan menyebut Citra sebagai “hayang urang Pangandaran”, sementara Hakim Siregar menuliskan, “Cantik nya Masyaallah.”
Ada juga warga yang langsung tertarik membeli. Dewi Purnama berkomentar, “Pesen 2kg Bu kirim KA Garut.”
Namun di balik pujian, beberapa komentar juga menyinggung kondisi harga telur di lapangan. Ucen Ruhiyat menyoroti selisih harga yang dinilai cukup terasa di masyarakat.
Fenomena ini pun memantik perhatian publik. Sosok kepala daerah yang turun langsung ke aktivitas sederhana dinilai menjadi pemandangan langka.
Yang jelas, aksi sederhana ini sukses mencuri perhatian. Di tengah jabatan dan kesibukan, Citra Pitriyami justru menunjukkan sisi lain yang dekat dengan rakyat bahkan lewat jualan telur ayam.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
