Diduga lengah, keduanya tiba-tiba terseret arus yang datang begitu cepat. Sontak, keluarga korban yang melihat kejadian itu langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar.
Tanpa pikir panjang, salah satu keluarga korban nekat melakukan aksi penyelamatan. Upaya itu membuahkan hasil, Muhamad Hairan Azzam berhasil ditarik ke daratan. Namun derasnya arus membuat Muhamad Luthfi Padilah tak mampu diselamatkan dan hilang dari pandangan.
Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, lokasi kejadian memang berada di luar zona wisata dan tidak masuk dalam area pengawasan petugas.
“Dua orang bermain di lokasi tersebut bersama satu orang keluarganya. Kemudian keluarganya melihat keduanya terbawa arus. Satu berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya hilang,” ujar Ikrar kepada wartawan.
Ia menambahkan, korban yang hilang diduga terseret arus Pantai Timur yang dikenal cukup kuat dan berbahaya, terutama di titik-titik tertentu seperti Pelabuhan Cikidang.
Saat ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, serta relawan terus melakukan pencarian.
Penyisiran dilakukan menggunakan perahu dan peralatan lengkap, menyisir area sekitar pelabuhan hingga titik-titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.
“Pencarian terus kami lakukan bersama tim gabungan, menggunakan perahu dan peralatan yang ada,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa saat kejadian kondisi lokasi relatif sepi. Hal ini karena kawasan tersebut memang bukan area wisata resmi, sehingga minim pengawasan dan penjagaan.
Pihaknya pun mengimbau keras kepada masyarakat maupun wisatawan agar tidak beraktivitas di zona berbahaya atau area larangan berenang.
“Lokasi tersebut di luar zona wisata dan di luar tanggung jawab pengamanan kami. Kami imbau masyarakat untuk tetap berada di zona wisata yang sudah ditentukan demi keselamatan,” katanya.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi wisatawan dan warga lokal. Bahaya arus laut di kawasan Pelabuhan Cikidang bukan isapan jempol. Dalam hitungan detik, arus bisa berubah ganas dan menyeret siapa saja yang lengah.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban yang hilang masih terus berlangsung. Harapan keluarga kini bergantung pada kerja keras tim SAR yang berjibaku melawan ganasnya ombak demi menemukan korban.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
